Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

BPJS Kesehatan Gelar Skrining Riwayat Kesehatan dan Pemantauan Status Gizi di Sekolah Rakyat Dasar 1 Jepara

Ali Mustofa • Selasa, 16 Juni 2026 | 09:06 WIB
BPJS Kesehatan Cabang Kudus sosialisasi SRK dan Pemantauan Status Gizi bagi siswa di Sekolah Rakyat.
BPJS Kesehatan Cabang Kudus sosialisasi SRK dan Pemantauan Status Gizi bagi siswa di Sekolah Rakyat.

KUDUS – BPJS Kesehatan Cabang Kudus terus memperkuat upaya promotif dan preventif salah satunya diwujudkan melalui sosialisasi Skrining Riwayat Kesehatan (SRK) dan Pemantauan Status Gizi bagi siswa di Sekolah Rakyat.

Sosialisasi tersebut digelar di Sekolah Rakyat Dasar 1 Jepara dengan melibatkan Puskesmas Pecangaan sebagai mitra pelaksana pemeriksaan kesehatan. Sebanyak 75 siswa dari kelas 1 hingga kelas 5 mengikuti kegiatan dengan sangat antusias.

Para siswa mendapatkan edukasi kesehatan sekaligus menjalani pemeriksaan kesehatan mulai dari pengecekan identitas, pengukuran tekanan darah, tinggi badan, berat badan, lingkar perut, hingga pemeriksaan mata, telinga, dan gigi.

Kepala Puskesmas Pecangaan, dr. Nurikhan menjelaskan bahwa skrining kesehatan penting dilakukan sejak dini karena tidak semua anak menyadari kondisi kesehatannya sendiri.

“Kadang anak-anak terlihat sehat dan tidak merasa sakit, padahal bisa saja memiliki potensi masalah kesehatan tertentu. Karena itu lebih baik dicegah dan dideteksi sedini mungkin. Istilahnya sedia payung sebelum hujan,” ujarnya.

Ia menambahkan, apabila dari hasil pemeriksaan ditemukan kondisi yang memerlukan tindak lanjut, maka siswa akan diarahkan untuk mendapatkan pemeriksaan lanjutan sesuai kebutuhan.

“Kalau dari hasil pemeriksaan membutuhkan penanganan lebih lanjut, nanti segera kami tindaklanjuti. Misalnya ada gangguan penglihatan seperti mata minus, akan kami rujuk ke Rumah Sakit. Kalau membutuhkan obat juga akan kami bantu penyediaanya dari puskesmas,” jelasnya.

Sebanyak sembilan tenaga kesehatan dari Puskesmas Pecangaan yang terdiri dari dokter, petugas rekam medis, perawat, petugas gizi, dan petugas kesehatan lingkungan turut diterjunkan dalam kegiatan tersebut.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Kudus, Heni Riswanti mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap Program Sekolah Rakyat sekaligus implementasi upaya promotif dan preventif dalam Program JKN.

“BPJS Kesehatan tidak hanya hadir untuk peserta yang sedang sakit, tetapi juga bagi masyarakat yang sehat melalui upaya promotif dan preventif. Salah satunya melalui kegiatan skrining kesehatan seperti ini agar risiko penyakit bisa diketahui lebih dini,” ujar Heni.

Menurutnya, edukasi kesehatan perlu diberikan sejak usia sekolah agar anak-anak memiliki kesadaran menjaga kesehatan sejak dini.

“Kami ingin anak-anak lebih peduli terhadap kesehatannya sendiri. Karena itu kami juga menggandeng Duta Muda BPJS Kesehatan Cabang Kudus agar penyampaian edukasi kesehatan lebih mudah dipahami dan diterima oleh siswa sekolah dasar,” katanya.

BPJS Kesehatan Cabang Kudus turut menggandeng Duta Muda BPJS Kesehatan Cabang Kudus, Claudya Lasya Putri Alfriyan, untuk membantu memberikan edukasi kesehatan dengan pendekatan yang lebih komunikatif dan dekat dengan anak-anak.

Heni menambahkan, kegiatan skrining kesehatan juga sejalan dengan upaya mendukung keberhasilan Program Sekolah Rakyat karena kondisi kesehatan siswa perlu dipantau secara berkala.

“Kalau kondisi kesehatan anak-anak terpantau dengan baik, tentu proses belajar dan program pemenuhan gizi juga bisa berjalan lebih optimal,” jelasnya.

Kepala Sekolah Sekolah Rakyat Dasar 1 Jepara, Astri Linda Listiyaningrum menyambut baik kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan skrining kesehatan sangat membantu pihak sekolah dalam memantau kondisi kesehatan peserta didik secara menyeluruh.

“Respon siswa dan guru sangat mendukung dan semangat mengikuti kegiatan ini.
Kami merasa terbantu karena kondisi kesehatan siswa bisa dipantau sejak dini,” katanya.

Ia mengungkapkan bahwa sebagian besar siswa sebenarnya telah menjalani cek kesehatan saat awal masuk sekolah, namun masih ada sekitar 20 hingga 25 persen siswa yang belum sempat melakukan pemeriksaan kesehatan.

“Dengan adanya kegiatan ini Alhamdulillah pemeriksaan kesehatan bisa lebih merata untuk seluruh siswa. Harapannya bukan hanya siswa saja, tetapi nantinya guru-guru juga bisa mendapatkan kegiatan serupa agar semuanya sama-sama sehat,” ujarnya.

Menurut Astri, skrining kesehatan tidak hanya penting untuk mendeteksi penyakit, tetapi juga membangun kesadaran hidup sehat bagi anak-anak.

“Preventif itu penting. Jadi bukan hanya pengobatan ketika sakit, tetapi bagaimana menjaga kesehatan dan mencegah penyakit sejak awal,” tambahnya.

Melalui kegiatan tersebut, BPJS Kesehatan berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini kesehatan semakin meningkat sehingga risiko penyakit dapat dicegah sedini mungkin dan kualitas kesehatan peserta didik dapat terus terjaga. (*)

Editor : Ali Mustofa
#jepara #bpjs kesehatan #Sekolah Rakyat #puskesmas #Kudus