KUDUS — Masyarakat tampak antusias menyambut pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang kembali digelar Pemerintah Kabupaten Kudus melalui Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) di halaman kantor setempat, Jumat (12/6).
Kegiatan yang rutin dilaksanakan setiap bulan ini kembali menjadi perhatian warga karena menawarkan berbagai kebutuhan pokok dengan harga yang lebih rendah dibandingkan harga pasaran.
Sejumlah komoditas seperti beras, minyak goreng, gula pasir, telur ayam, hingga hasil pertanian lainnya tersedia dalam kegiatan tersebut.
Kepala Dispertan Kabupaten Kudus, Didik Tri Prasetyo, menjelaskan bahwa GPM merupakan bentuk intervensi pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga sekaligus membantu masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga terjangkau.
“Kami melaksanakan kegiatan ini secara rutin setiap pekan kedua setiap bulan. Tujuannya untuk menjaga ketersediaan pasokan pangan sekaligus meringankan beban masyarakat,” ujarnya.
Pada pelaksanaan kali ini, Dispertan juga bekerja sama dengan Dinas Perdagangan (Disdag) Kudus dengan menambahkan komoditas gas elpiji sebanyak 100 tabung untuk kebutuhan masyarakat.
Penambahan tersebut mendapat sambutan sangat positif dari warga. Dalam waktu singkat, stok elpiji yang disediakan hampir seluruhnya habis dibeli masyarakat.
“Respons masyarakat sangat tinggi, terutama untuk elpiji yang cepat sekali habis,” jelas Didik.
Ia menambahkan, tingginya minat warga menunjukkan bahwa program pangan murah masih sangat dibutuhkan sebagai penopang kebutuhan sehari-hari.
Beberapa komoditas bahkan ludes dalam waktu singkat karena perbedaan harga yang cukup terasa dibandingkan pasar umum.
Menurutnya, rata-rata selisih harga mencapai sekitar Rp2.000 lebih murah dibandingkan harga pasaran, sehingga menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat.
“Walaupun harga komoditas mengalami dinamika, kami tetap berupaya agar masyarakat bisa mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau,” katanya.
Didik juga menegaskan bahwa Pemkab Kudus terus berkomitmen menjaga stabilitas inflasi daerah melalui berbagai langkah, termasuk memastikan distribusi pangan tetap lancar dan daya beli masyarakat tetap terjaga.
“Kehadiran pemerintah tidak hanya memastikan stok tersedia, tetapi juga menjamin masyarakat tetap mudah mengakses kebutuhan pokok,” imbuhnya.
Dalam kegiatan tersebut, masyarakat dapat membeli beras lima kilogram seharga Rp68 ribu, gula pasir Rp16 ribu per kilogram, minyak goreng Rp15.500 per liter, telur ayam Rp24 ribu per kilogram, serta bawang merah Rp54 ribu per kilogram. (gal)