KUDUS – BPJS Kesehatan Cabang Kudus menggelar kegiatan sosialisasi dan pengisian Skrining Riwayat Kesehatan (SRK) bagi petugas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kudus Jati Jepangpakis 1.
Kegiatan ini diikuti sebanyak 45 peserta yang terdiri dari relawan seperti petugas dapur, pengelola, hingga staf SPPG.
Seluruh peserta tampak antusias mengikuti edukasi terkait Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), kanal layanan BPJS Kesehatan, serta praktik langsung pengisian SRK.
Dalam sosialisasi tersebut, peserta diberikan edukasi mengenai pentingnya deteksi dini risiko penyakit melalui Skrining Riwayat Kesehatan yang wajib dilakukan Peserta JKN usia minimal 15 tahun, satu kali dalam setahun.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Kudus, Heni Riswanti, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk dukungan BPJS Kesehatan terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai upaya promotif dan preventif kesehatan bagi para petugas SPPG.
“Melalui Skrining Riwayat Kesehatan ini, peserta dapat melakukan deteksi dini terhadap 14 risiko penyakit. Skrining ini bisa dilakukan secara mendiri menggunakan Aplikasi Mobile JKN di menu Skrining Riwayat Kesehatan. Jadi apabila ditemukan faktor risiko tertentu, peserta bisa segera berkonsultasi ke FKTP terdaftar untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut,” ujar Heni.
Ia menjelaskan, deteksi dini sangat penting untuk mencegah munculnya penyakit kronis seperti hipertensi maupun diabetes melitus.
Menurutnya, kesehatan para petugas SPPG juga menjadi faktor penting dalam mendukung kelancaran Program Makan Bergizi Gratis.
“Kalau petugas SPPG sehat, tentu pelaksanaan program MBG juga dapat berjalan dengan lancar, karena itu aspek promotif dan preventif perlu terus diperkuat,” tambahnya.
Dalam kegiatan tersebut, seluruh peserta langsung mempraktikkan pengisian skrining Riwayat kesehatan menggunakan telepon genggam masing-masing.
Sebagian peserta mengaku sudah pernah mengisi sebelumnya, namun masih ada juga peserta yang baru pertama kali melakukan skrining.
Meski demikian, proses pengisian berjalan lancar karena petugas BPJS Kesehatan turut mendampingi peserta yang mengalami kesulitan.
Salah satu peserta, Eny Paryani Hastuti (61), warga Desa Klaling yang telah bekerja di SPPG selama satu tahun mengaku kegiatan tersebut sangat bermanfaat baginya.
“Sosialisasi ini sangat bermanfaat sekali, kita jadi tahu kondisi kesehatan kita seperti apa. Saya sebenarnya sudah pernah dengar soal skrining kesehatan, tapi belum pernah mengisi sebelumnya, tadi saya dibantu langsung oleh petugas BPJS Kesehatan,” ujar Eny.
Eny yang telah menjadi Peserta JKN sejak awal BPJS Kesehatan berdiri, mengaku semakin sadar pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin di usia yang tidak lagi muda.
“Usia saya sekarang sudah semakin tua, memasuki masa lansia, jadi memang dari dulu ingin rutin cek kesehatan. Ternyata pengisian skrining ini juga mudah dilakukan,” katanya.
Ia berharap sosialisasi serupa dapat terus dilakukan di berbagai lokasi SPPG lainnya agar semakin banyak relawan yang memahami pentingnya menjaga kesehatan.
“Kalau bisa kegiatan seperti ini juga dilakukan di SPPG lainnya supaya relawan-relawan lain juga tahu dan bisa cek kondisi kesehatannya,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala SPPG Kudus Jati Jepangpakis 1, Maulidhina Mahardika, menyampaikan apresiasinya atas pelaksanaan kegiatan tersebut.
Menurutnya, edukasi kesehatan dari BPJS Kesehatan memberikan manfaat besar bagi seluruh relawan dan staf SPPG.
“Sosialisasi ini sangat bermanfaat bagi relawan maupun staf SPPG karena kami jadi lebih memahami pentingnya Skrining Riwayat Kesehatan,” ujarnya.
Ia menilai skrining kesehatan penting dilakukan agar para relawan mengetahui kondisi kesehatannya sejak dini dan dapat segera melakukan tindak lanjut bila ditemukan faktor risiko penyakit.
“Seluruh relawan dan staf juga sangat antusias mendengarkan informasi dan mengisi skrining. Kegiatan seperti ini penting karena kesehatan relawan juga harus dijaga agar pelayanan kepada masyarakat tetap optimal,” tutup Maulidhina. (*)
Editor : Ali Mustofa