Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

JKN Bantu Afriza Jalani Operasi Mata dan Ringankan Biaya Rawat Inap Keluarga

Ali Mustofa • Rabu, 10 Juni 2026 | 10:27 WIB
Afriza Ahmad Muqoffa, mengaku Program JKN membuat dirinya dan keluarga lebih tenang ketika membutuhkan pelayanan kesehatan
Afriza Ahmad Muqoffa, mengaku Program JKN membuat dirinya dan keluarga lebih tenang ketika membutuhkan pelayanan kesehatan

KUDUS – Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) memberikan manfaat nyata bagi Afriza Ahmad Muqoffa (20), warga Desa Tanjungrejo, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus.

Mahasiswa tersebut mengaku, Program JKN membuat dirinya dan keluarga lebih tenang ketika membutuhkan pelayanan kesehatan tanpa harus memikirkan biaya pengobatan yang besar.

Afriza mengatakan seluruh anggota keluarganya telah terdaftar sebagai Peserta JKN sejak tahun 2017 sebagai Peserta Mandiri, kemudian beralih ke segmen Peserta Bukan Penerima Upah yang didaftarkan Pemerintah Daerah (PBPU BP Pemda) pada tahun 2023.

“Saya dan seluruh keluarga saya sudah terdaftar Program JKN. Jadi kalau ada anggota keluarga yang sakit, kami tidak terlalu khawatir unutk berobat karena secara biaya sudah ada penjaminnya,” ujar Afriza.

Ia kemudian menceritakan pengalamannya saat harus menjalani pengobatan mata akibat hordeolum atau yang lebih dikenal dengan istilah bintitan pada mata yang berlangsung cukup lama.

Kondisi tersebut awalnya dianggap sebagai gangguan ringan, namun lama-kelamaan mulai mengganggu aktivitas sehari-hari.

“Awalnya mata saya terasa perih, sering berair, dan muncul benjolan kecil. Saya kira hanya iritasi biasa, tapi ternyata rasa sakitnya tidak hilang sampai berbulan-bulan. Kalau terlalu lama melihat layar atau terkena cahaya terang, rasanya makin tidak nyaman,” katanya.

Karena keluhan tidak kunjung membaik, Afriza akhirnya memeriksakan diri ke Klinik Pratama Bunda Zahra yang menjadi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) terdaftarnya.

Ia memilih fasilitas kesehatan tersebut karena lokasinya dekat dengan rumah dan mudah dijangkau.

“Saya pertama datang ke klinik dulu untuk diperiksa dokter. Setelah dicek ternyata perlu pemeriksaan dan tindakan lebih lanjut, akhirnya dirujuk ke RS Mardi Rahayu,” jelasnya.

Ia mengaku proses pelayanan menggunakan JKN berjalan cukup mudah dan praktis. Menurutnya, peserta hanya perlu mengikuti prosedur pelayanan sesuai alur yang berlaku.

“Alurnya menurut saya gampang. Tinggal datang membawa kartu JKN atau KTP, daftar di loket, lalu antri menunggu dipanggil dokter. Setelah itu nanti diarahkan sesuai kebutuhan pengobatannya. Waktu itu saya tinggal datang ke RS Mardi Rahayu sesuai tanggal yang tertera di surat rujukan,” ujarnya.

Kemudian Afriza menjalani tindakan operasi mata di RS Mardi Rahayu. Selama menjalani pemeriksaan hingga tindakan operasi, dirinya merasa seluruh proses berjalan lancar tanpa hambatan berarti.

“Sejauh ini saya belum pernah mengalami kesulitan saat berobat menggunakan JKN. Semua proses berjalan lancar dan pelayanannya juga baik,” ungkapnya.

Ia juga mengapresiasi pelayanan tenaga kesehatan yang menurutnya cukup ramah dan komunikatif selama proses pengobatan berlangsung.

Penjelasan mengenai kondisi penyakit dan tindakan medis yang dijalani membuatnya merasa lebih tenang.

“Dokter dan perawatnya ramah. Saya dijelaskan tentang kondisi mata saya, penyebabnya, sampai tindakan yang akan dilakukan. Jadi saya merasa lebih tenang selama ditangani,” katanya.

Menurut Afriza, pelayanan yang diberikan kepada Peserta JKN juga tidak berbeda dengan pasien umum lainnya.

Selama menjalani pengobatan, ia merasa seluruh pasien mendapatkan pelayanan yang sama.

“Kalau dari pengalaman saya pribadi, tidak ada perbedaan pelayanan antara pasien umum dan peserta JKN. Saya merasa diperlakukan sama,” tuturnya.

Selain dirinya, pengalaman positif menggunakan JKN juga dirasakan keluarganya.

Afriza menuturkan kakaknya pernah menjalani rawat inap akibat kolelitiasis atau batu empedu yang membutuhkan biaya pengobatan cukup besar.

“Kakak saya pernah rawat inap karena kolelitiasis. Waktu itu pengobatannya membutuhkan biaya yang cukup besar, jadi adanya Program JKN sangat membantu keluarga kami selama dirawat rumah sakit,” ujarnya.

Bagi Afriza, manfaat terbesar dari Program JKN adalah membantu mengurangi beban ekonomi keluarga ketika membutuhkan pelayanan kesehatan.

Ia menilai biaya pengobatan saat ini cukup tinggi apabila harus ditanggung secara mandiri.

“Kalau tidak ada JKN mungkin biaya pengobatan akan sangat membebani ekonomi keluarga, karena biaya berobat sekarang tidak murah,” katanya.

Selain memanfaatkan layanan kesehatan secara langsung, Afriza juga menggunakan layanan digital BPJS Kesehatan melalui Aplikasi Mobile JKN.

Ia mengaku aplikasi tersebut cukup membantu untuk kebutuhan administrasi pesertanya.

“Saya pernah menggunakan Aplikasi Mobile JKN untuk cek status kepesertaan dan pindah faskes. Menurut saya layanan digital BPJS Kesehatan sangat mudah digunakan, fiturnya pun cukup lengkap, dan lebih praktis tentunya karena tidak perlu datang langsung ke kantor” jelasnya.

Saat ini, kondisi kesehatan Afriza maupun keluarganya sudah jauh lebih baik.

Ia berharap Program JKN terus dipertahankan dan kualitas pelayanannya semakin meningkat agar masyarakat semakin mudah mendapatkan akses layanan Kesehatan secara mudah, cepat dan setara.

“Harapan saya semoga Program JKN terus dipertahankan dan kualitas pelayanannya semakin baik lagi. Untuk masyarakat yang belum terdaftar, jangan menunggu sakit dulu baru daftar JKN, karena program ini sangat membantu saat membutuhkan pelayanan kesehatan,” tutup Afriza. (*)

Editor : Ali Mustofa
#peserta jkn #jaminan kesehatan #Kudus #program jkn