Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Pembudidayaan Udang Galah Berpotensi Tembus Pasar Luar Negeri

Ali Mustofa • Selasa, 9 Juni 2026 | 09:38 WIB
DIRAWAT: Pengelola menjelaskan pembudidayaan udang galah yang dibesar di lereng pegungunungan Muria. (GALIH ERLAMBANG W/ Radar Kudus)
DIRAWAT: Pengelola menjelaskan pembudidayaan udang galah yang dibesar di lereng pegungunungan Muria. (GALIH ERLAMBANG W/ Radar Kudus)

KUDUS - Warga di lereng Pegunungan Muria tepatnya di Desa Dukuh Waringin mulai membuat sistem ketahanan pangan dan upaya peningkatan ekonomi dengan pembudidayaan udang galah.

Target budidaya udang galah ini digagas untuk memenuhi pasar lokal dan luar negeri. 

Pembudidayaan udang galah ini dilakukan oleh Ngaramen Farm di atas lahan seluas 3,8 hektar.

Proses pembudidayaan ini melibatkan kelompok tani di desa setempat dengan tujuan menguatkan ketahanan pangan serta meningkatkan perekonomian masyarakat. 

Dalam pengembangan budidaya udang galah ini, pihak pengelola juga bekerja sama dengan UIN Sunan Kudus.

Lokasi budidaya tersebut akan dijadikan tempat pendidikan dan penelitian agro serta pengembangan pakan alternatif untuk udang galah.

Pengelola Ngaramen Farm, Rio Krisdian menyampaikan, pembuatan tambak udang galah ini dibuat sejak Desember 2024.

Pengelola membawa sebanyak 150 indukan udang galah. 

”Kami membesarkan udang ini di ketinggian 600 mdpl. Ada orang ga percaya, tapi buktinya udang bisa besar,” katanya.

Dia menambahkan, progres pembesaran udang di tahun pertama memang belum menikmati hasil panen.

Pengelola lebih memperbanyak bibit udang dan membutuhkan banyak indukan.

Pada tahun 2027 mendatang diharapkan sudah tercapai jutaan bibit.

”Target kami bisa jutaan bibit dan mampu menembus pasar ekspor. Kami juga sempat mendapatkan tawaran untuk menyuplai rumah makan, fokus kami saat ini di pembibitan dulu,” ungkapnya.

Pemetaan pasar ekspor ini telah dilakukan oleh pihak pengelola. Udang galah ini berpotensi menembus pasar di Korea Selatan.

Pembudidayaan udang galah ini dengan sistem bioflok yang jumlahnya 18 unit.

Satu unitnya mampu menampung 2.000 udang. Pihak pengelola akan mengembangkan budidaya dengan menambahkan unit bioflok. 

Rio menambahkan, dalam proses pembudidayaan udang galah ini tidak ada masalah.

Hanya saja, suhu udara di pegunungan yang cukup dingin membuat udang ukurannya sedikit mengecil. 

Harusnya suhu air 29 derajat dalam pembudidayaan udang galah, namun di sana suhu air mencapai 24 derajat.

Oleh sebab itu, pihaknya bekerja sama dengan pihak UIN dalam pengembangan penelitian udang galah serta pencarian pakan alternatif.

Pihak pengelola juga mendistribusikan beberapa bibit udang galah beserta bioflog sejumlah 8 unit kepada kelompok tani desa setempat.

Harapannya kelompok tani bisa mengembangkan udang galah untuk ketahanan pangan dan peningkatan perekonomian.

Dari penelitian, kandungan udang galah memiliki omega tiga yang tinggi. Hewan air tawar tersebut juga rendah kolesterol.

Untuk harga relatif menyesuaikan ukuran udang, per kilogramnya  bisa mencapai Rp 270 ribu.  

Sementara itu, Kepala Prodi Biologi UIN Sunan Kudus, Sanusi menyampaikan, sinergi kerja sama akan diterapkan dengan pemilik pembudidayaan udang galah.

Pihak civitas akan mendukung pendidikan dan pengabdian kepada ke masyarakat. 

”Ini menjadi ladang amal bagi dosen dan mahasiswa kami. Untuk alternatif pakan akan kami lakukan penelitian yang mendalam,” katanya. (gal)

Editor : Ali Mustofa
#udang galah #ketahanan pangan #Kudus #pasar luar negeri #perekonomian masyarakat