KALIWUNGU - Suasana penyembelihan sapi kurban bantuan Presiden RI di Masjid Al Fajr, Desa Karangampel, Kecamatan Kaliwungu, Rabu (27/5), sempat menegangkan.
Sapi jenis simmental bernama Mbah Bejo, dengan bobot mencapai 989 kilogram itu sempat memberontak dan kabur ke parit sebelum akhirnya berhasil diamankan warga.
Wakil Bupati Kudus Bellinda Putri Sabrina Birton menyerahkan langsung bantuan kemasyarakatan berupa sapi kurban presiden tersebut sekitar pukul 08.30 WIB.
Kedatangannya disambut Ketua Panitia Kurban sekaligus Takmir Masjid Al Fajr Khoiron bersama warga setempat.
Setelah prosesi penyerahan selesai, panitia mulai mempersiapkan penyembelihan sapi raksasa itu di halaman masjid.
Sekitar 10 orang bertugas memegang tali dan menahan tubuh sapi agar tetap terkendali.
Namun situasi mendadak berubah ketika sapi mulai memberontak.
Dengan tenaga besar, tubuh sapi bergerak liar dan membuat para penahan kewalahan.
Tali yang semula dipegang erat mulai terlepas satu per satu akibat kuatnya dorongan sapi.
Sapi kemudian berlari ke arah timur halaman masjid.
Warga yang berada di sekitar lokasi langsung berpencar menghindar karena khawatir tertabrak hewan tersebut.
Dalam kondisi panik, sejumlah orang masih berusaha mengejar sambil memegangi tali yang tersisa.
Pelarian Mbah Bejo berakhir di parit sebelah timur masjid.
Sejumlah warga dan panitia kemudian mendekati sapi secara perlahan dan berusaha menenangkannya.
Setelah beberapa saat, sapi akhirnya berhasil dikendalikan dan dibawa kembali ke halaman Masjid Al Fajr.
Panitia kembali melakukan proses pelumpuhan dengan mengikat kaki sapi menggunakan tali tambang.
Delapan orang menarik tali secara bersamaan agar tubuh sapi tidak kembali bergerak liar.
Setelah posisi sapi terjatuh dan terkendali, petugas penyembelih mulai melakukan proses penyembelihan.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kudus Didik Tri Prasetyo membenarkan adanya insiden sapi mengamuk sebelum disembelih.
Menurutnya, kondisi tersebut dapat segera diatasi oleh panitia dan warga di lokasi.
“Tadi sempat memberontak, tapi sudah segera diamankan panitia dan warga. Semua kita pantau agar hewan kurban betul-betul sehat dan aman dikonsumsi,” jelasnya.
Didik menambahkan, sapi bantuan presiden tersebut telah melalui pemeriksaan kesehatan sebelum disembelih.
Pihaknya juga melakukan pengawasan ketat selama proses kurban untuk memastikan daging aman dibagikan kepada masyarakat. (dik)
Editor : Andika Trisna Saputra