Generasi Muda Rasakan Akses Layanan JKN Mudah Lewat Aplikasi Digital

Ali Mustofa • Dipublikasikan Jumat, 22 Mei 2026 | 08:10 WIB
Claudya Lasya Putri Alfriyan, pelajar sekaligus generasi muda merasakan manfaat Aplikasi Mobile JKN
Claudya Lasya Putri Alfriyan, pelajar sekaligus generasi muda merasakan manfaat Aplikasi Mobile JKN

KUDUS – Sebagai pelajar sekaligus generasi muda yang akrab dengan teknologi digital, Claudya Lasya Putri Alfriyan (18) tidak asing dalam menggunakan layanan digital.

Dirinya mengaku merasakan manfaat efisiensi, kemudahan dan kecepatan layanan digital tanpa harus bertatap muka.

Salah satu layanan digital yang ia rasakan manfaatnya adalah Aplikasi Mobile JKN.

Ia biasa menggunakannya untuk mengecek status kepesertaan, mencari informasi terkait fasilitas Kesehatan, skrining riwayat kesehatan dan menggunakan antrean online saat dia butuhkan untuk berobat.

Siswa yang juga menjadi Duta Muda BPJS Kesehatan Cabang Kudus ini juga aktif mensosialisasikan kanal layanan digital Program JKN kepada masyarakat.

Ia berharap masyarakat mendapatkan kemudahan tanpa terkendala waktu dan jarak tempuh.

“Aplikasi Mobile JKN dan kanal layanan digital lainnya sangat dirasakan sekali manfaatnya, karena semua informasi dan layanan adminitrasi bisa diakses lewat handphone dimanapun. Jadi tidak perlu antre lama di Faskes ataupun datang langsung ke kantor BPJS Kesehatan, apalagi untuk daerah yang jarak tempuh ke lokasi sangat jauh, tentu saja kanal layanan digital ini sangat membantu,” ungkapnya.

Claudya terdaftar sebagai peserta JKN segmen keluarga Pekerja Penerima Upah (PPU). Kepesertaannya didaftarkan langsung oleh perusahaan tempat ibunya bekerja sebagai bentuk jaminan kesehatan bagi pekerja dan keluarganya.

Menurut Claudya, keberadaan Program JKN menjadi pelindung penting karena sakit bisa datang kapan saja tanpa diduga.

“Saya dan keluarga sudah terdaftar JKN sejak lama. Jadi ketika membutuhkan pelayanan kesehatan, kami tidak perlu bingung lagi memikirkan biaya pengobatan. Rasanya jauh lebih tenang karena sudah ada jaminan kesehatan,” ujar Claudya.

Ia juga bercerita bahwa dirinya pernah berobat menggunakan JKN saat mengalami demam tifoid (tipes), batuk, flu dan sakit lainnya yang mengharuskannya mendapatkan penanganan medis.

Gejala yang paling diingatnya terjadi saat kondisi tubuhnya mudah lelah dan stamina menurun ketika beraktivitas sehari-hari pada tahun 2023 lalu.

“Awalnya, badan rasanya gampang capek dan tenaga cepat habis. Akhirnya saya periksa ke Puskesmas Pulokulon 2 sebagai Faskes pertama tempat saya terdaftar. Disana saya diperiksa dan diberikan obat sesuai kebutuhan,” ceritanya.

Selama menjalani pengobatan, Claudya tidak pernah mengalami kendala administrasi.

Menurutnya, alur pelayanan JKN sangat jelas dimulai dari pemeriksaan di Faskes Tingkat Pertama hingga rujukan ke rumah sakit jika diperlukan penanganan lebih lanjut.

Ia juga menilai pelayanan dokter dan tenaga kesehatan yang diterimanya sangat baik dan ramah.

“Menurut saya pelayanan yang diberikan kepada peserta JKN sudah sangat bagus dan adil. Tidak ada perbedaan dengan pasien umum, semuanya dilayani dengan ramah. Bahkan dengan antrean online justru lebih praktis dan cepat. Pendaftaran di awal juga hanya menunjukan KTP saja, semua sudah sangat baik,” katanya.

Baginya, manfaat terbesar dari Program JKN bukan hanya soal jaminan biaya kesehatan, tetapi juga rasa aman bagi keluarga ketika sewaktu-waktu membutuhkan pelayanan medis.

Claudya berharap Program JKN terus berkembang dan semakin dekat dengan generasi muda melalui inovasi digital yang mudah diakses.

“Sakit bisa datang kapan saja, karena itu saya mengajak masyarakat, terutama anak muda, untuk segera mendaftarkan diri dan keluarga menjadi Peserta JKN. Dengan JKN kita bukan hanya melindungi diri sendiri, tapi juga ikut bergotong royong membantu sesama,” tutup Claudya. (*)

 

Editor : Ali Mustofa
tekonologi digital layanan digital bpjs kesehatan Kudus Aplikasi Mobile JKN