KUDUS – Gedung Kudus Sehat bulan ini mulai dibangun. Penggarapan proyek besar ini, ditandai dengan prosesi peletakan batu pertama oleh Bupati Kudus Sam’ani Intakoris kemarin (19/5).
Gedung ini, nantinya digadang-gadang menjadi medical tourism. Lokasinya di eks Matahari Departmen Store atau utara RSUD dr Loekmono Hadi.
Gedung Kudus Sehat merupakan pengembangan dari RSUD dr Loekmono Hadi. Proyek pembangunan tersebut, ditargetkan selesai pada Desember 2026.
Dengan anggaran mencapai Rp 91 miliar yang bersumber dari Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) RSUD dr Loekmono Hadi.
Bupati Sam’ani mengatakan, peletakan batu pertama ini, awal dimulainya pelaksanaan proyek, setelah proses penandatanganan kontrak kerja selesai pada 7 Mei lalu.
“Kami berharap, pembangunan dapat berjalan lancar dan selesai sesuai target waktu yang telah ditentukan,” harapnya.
Menurutnya, pembangunan Gedung Kudus Sehat harus dilaksanakan secara maksimal.
Untuk itu, ia meminta seluruh pihak, mulai dari kontraktor, pengawas, hingga masyarakat turut mengawasi jalannya proyek, agar sesuai dengan rencana.
“Kami berharap karena ini uang rakyat, maka harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Kontraktor, pengawas, dan masyarakat juga bisa ikut mengawasi sesuai perencanaan,” ujarnya.
Dalam pembangunan ini, Bupati Sam’ani menerapkan konsep fast track.
Konsep tersebut, menitikberatkan pada ketepatan dimensi dan ukuran bangunan, kesesuaian spesifikasi, mutu dan kualitas pekerjaan, serta administrasi proyek yang tertib.
Ia mengapresiasi dukungan Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah (Kejati Jateng) dalam mengawal proses pembangunan ini.
Pengawalan dari aparat penegak hukum dilakukan, agar proyek berjalan sesuai aturan dan menghindari penyimpangan dalam pelaksanaannya.
“Dalam pengawalan ini, bukan kongkalingkong. Artinya, pembangunan ini harus sesuai dengan aturan yang berlaku. Kami awasi dengan ketat,” tandasnya.
Gedung Kudus Sehat nantinya dibangun dengan tujuh lantai.
Bangunan tersebut, akan difungsikan tidak hanya untuk layanan rawat inap VVIP dan VIP, tetapi juga dilengkapi fasilitas penunjang seperti hotel, pusat perbelanjaan, area usaha mikro kecil menengah (UMKM), dan parkir.
Di sisi utara bangunan direncanakan terdapat area tenant dan pusat perbelanjaan.
Sementara di bagian bawah akan disediakan ruang bagi pelaku UMKM lokal untuk menjual produk khas Kudus.
Selain itu, area sisi selatan dan timur gedung akan dimanfaatkan sebagai hotel atau penginapan. Ini juga bisa dimanfaatkan oleh dokter internship dan tenaga medis.
Keberadaan Gedung Kudus Sehat diharapkan tidak hanya meningkatkan pelayanan kesehatan, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar.
“Kami targetkan proyek ini selesai pada Desember 2026 atau sekitar tujuh bulan waktu pengerjaan,” terangnya.
Sementara itu, Asisten Intelijen Kejati Jateng Edy Winarko menegaskan, pihaknya akan melakukan pengawalan secara ketat terhadap proyek pembangunan tersebut.
Pengawasan dilakukan untuk memastikan pekerjaan berjalan tepat waktu, tepat mutu, dan tepat sasaran sesuai kontrak.
Termasuk mengantisipasi adanya pengurangan volume pekerjaan maupun pelanggaran spesifikasi bangunan.
“Kalau ditemukan ada yang tidak sesuai, tentunya ada sanksi yang akan ditindak sesuai aturan,” tegasnya. (san)
Editor : Ali Mustofa