KUDUS – Peristiwa kebakaran rumah terjadi di Desa Getas Pejaten, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, pada Senin (18/5) dini hari.
Insiden tersebut menelan korban jiwa dua penghuni rumah yang tidak sempat menyelamatkan diri.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus menyebut penyebab pasti kebakaran masih dalam tahap penyelidikan.
Namun, api diduga kuat berasal dari kompor yang kemudian menjalar ke sejumlah benda mudah terbakar di dalam rumah.
BPBD mengingatkan warga agar memastikan instalasi listrik di rumah tetap aman, tidak menggunakan sambungan listrik berlebihan, serta mematikan peralatan elektronik saat tidak dipakai.
Masyarakat juga diminta tidak meninggalkan sumber api terbuka tanpa pengawasan dan segera melapor jika melihat potensi gangguan keamanan di lingkungan sekitar.
Sebelumnya, Kapolres Kudus AKBP Heru Dwi Purnomo melalui Kapolsek Jati AKP Hadi Noor Cahyo menjelaskan, kebakaran diketahui sekitar pukul 01.00 WIB.
Rumah tersebut milik Jono (68) dan Niti (82). Kedua lansia itu ditemukan meninggal dunia di dalam rumah akibat terjebak kobaran api.
“Korban ditemukan di dua titik berbeda, satu di kamar mandi dan satu di kamar depan,” jelas AKP Hadi.
Kebakaran pertama kali disadari warga setelah terdengar suara gaduh dan teriakan dari sekitar lokasi.
Saat diperiksa, api sudah membesar dan melalap bangunan rumah. Warga sempat berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya sembari menunggu petugas pemadam kebakaran.
Sekitar 15 menit kemudian, satu unit mobil pemadam dari Pemda bersama dua unit dari BPBD tiba di lokasi dan langsung melakukan pemadaman.
Api akhirnya berhasil dikendalikan sekitar pukul 01.30 WIB.
Tim Inafis Polres Kudus turut diterjunkan untuk melakukan olah tempat kejadian perkara.
Petugas melakukan identifikasi korban, dokumentasi lokasi, serta mengumpulkan sejumlah barang bukti guna mengungkap penyebab kebakaran.
“Tim Inafis melakukan pemeriksaan menyeluruh untuk memastikan titik awal api,” imbuhnya.
Saat ini penyebab kebakaran masih didalami. Jenazah kedua korban telah dievakuasi ke RSUD Lukmono Hadi untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Kerugian materi akibat kejadian ini diperkirakan mencapai Rp75 juta.
Kepolisian pun kembali mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan guna mencegah peristiwa serupa terjadi. (gal)