KUDUS – Seorang pendaki muda bernama Jonathan (20), warga Desa Bakalankrapyak, mengalami insiden saat mendaki ke kawasan Puncak Argopiloso, Desa Japan, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, Kamis (14/5).
Korban dilaporkan terjatuh ke jurang dengan kedalaman sekitar 40 meter setelah diduga kelelahan di tengah perjalanan.
Kepala Pelaksana Harian BPBD Kudus melalui Sekretaris BPBD, Syarif Hidayah, menjelaskan bahwa Jonathan mendaki bersama dua rekannya, Akbar (17) dan Zaki (20).
Ketiganya berangkat pada dini hari sekitar pukul 03.00 WIB dengan tujuan menikmati momen matahari terbit di puncak.
Setelah tiba di kawasan Rejenu sekitar pukul 03.10 WIB, ketiganya melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki menuju jalur pendakian Argopiloso.
Namun, saat melintasi tanjakan di atas pos empat, korban mulai menunjukkan tanda-tanda kelelahan.
“Diduga saat melewati jalur akar pohon yang cukup menanjak, korban kehilangan fokus dan keseimbangan hingga akhirnya terjatuh ke jurang,” ujar Syarif.
Rekan korban yang menyaksikan kejadian tersebut segera berupaya memanggil Jonathan untuk memastikan kondisinya.
Meski terjatuh, korban masih sempat merespons panggilan dan berkomunikasi dari dalam jurang.
Mengetahui situasi tersebut, Akbar kemudian turun menuju basecamp untuk melaporkan kejadian kepada perangkat desa dan BPBD Kudus, sementara Zaki tetap berjaga di lokasi kejadian.
Laporan tersebut langsung ditindaklanjuti dengan pengerahan tim gabungan dari BPBD Kudus, relawan, hingga Basarnas untuk melakukan proses evakuasi.
Tim harus menempuh medan yang cukup sulit sebelum mencapai titik korban berada.
Sekitar pukul 10.00 WIB, proses evakuasi akhirnya berhasil dilakukan. Jonathan ditemukan dalam keadaan selamat, namun mengalami cedera serius berupa patah tulang pada bagian kaki akibat jatuh ke dalam jurang.
Korban kemudian segera mendapatkan penanganan awal sebelum dibawa untuk perawatan lebih lanjut. (gal)
Editor : Ali Mustofa