Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Kolaborasi PT Djarum–Jawa Pos Radar Kudus Cetak Generasi Melek Informasi

Ali Mustofa • Sabtu, 9 Mei 2026 | 09:14 WIB
BELAJAR JURNALISTIK: Direktur Jawa Pos Radar Kudus Baehaqi membagikan pengalaman dan wawasannya terkait kepenulisan berita di Cafe SSA Djarum, kemarin. (ANDIKA TRISNA SAPUTRA/RADAR KUDUS)
BELAJAR JURNALISTIK: Direktur Jawa Pos Radar Kudus Baehaqi membagikan pengalaman dan wawasannya terkait kepenulisan berita di Cafe SSA Djarum, kemarin. (ANDIKA TRISNA SAPUTRA/RADAR KUDUS)

KUDUS – Sebanyak 61 anak panti asuhan binaan PT Djarum mengikuti pelatihan jurnalistik yang berlangsung di Cafe SSA Djarum, Jumat (8/5) sore.

Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi PT Djarum bersama Jawa Pos Radar Kudus untuk membekali generasi muda dengan kemampuan literasi media, penulisan berita, hingga keterampilan berbicara di depan umum.

Pelatihan menghadirkan Direktur Jawa Pos Radar Kudus Baehaqi dan presenter berita Riko Anggara sebagai narasumber.

Materi yang disampaikan menitikberatkan pada tantangan jurnalistik di era modern, khususnya kemampuan berpikir kritis di tengah derasnya arus informasi media sosial.

Baehaqi menegaskan bahwa seorang wartawan harus berpegang pada kode etik jurnalistik.

Ia menyebutkan, kemampuan menulis saja tidak cukup, karena wartawan juga dituntut memiliki wawasan luas agar mampu menyajikan informasi yang benar dan bermanfaat bagi masyarakat.

Menurutnya, dominasi media sosial membuat peran jurnalis semakin penting sebagai penyeimbang informasi yang beredar.

Ia juga menekankan bahwa jurnalis harus cermat, teliti, serta mampu memverifikasi fakta sebelum menyampaikan berita kepada publik.

Jurnalisme Radar Kudus, lanjutnya, tidak hanya sebatas melaporkan peristiwa, tetapi juga merasakan langsung pengalaman di lapangan sehingga menghasilkan berita yang akurat dan sarat nilai kemanusiaan.

Sebagai contoh, Baehaqi membagikan pengalamannya meliput aksi tiga warga Prancis dalam kegiatan Run for Rivers, yaitu kampanye pelestarian sungai melalui lari maraton dari Bali menuju Jakarta.

Ia bahkan ikut berlari di beberapa kota serta turun langsung ke sungai untuk mengangkat sampah.

Kisah tersebut menggambarkan luasnya perspektif yang harus dimiliki seorang jurnalis dalam melihat peristiwa.

Sementara itu, Riko Anggara membawakan sesi bertajuk “Jadi Wartawan Muda yang Fun dan Kreatif”.

Ia mengajarkan dasar penulisan berita menggunakan rumus 5W+1H, teknik public speaking, hingga cara membangun kepercayaan diri saat tampil di depan umum.

Suasana pelatihan semakin hidup melalui mini game yang mengajak peserta mengubah gosip menjadi berita yang telah diverifikasi.

Riko menegaskan bahwa pengetahuan jurnalistik penting bagi siapa saja, tidak hanya calon wartawan.

Generasi muda, katanya, harus terbiasa memeriksa kebenaran informasi di media sosial dan tidak mudah percaya pada satu sumber saja.

Ia juga menekankan pentingnya kebiasaan membaca sebagai kunci menghadapi persaingan informasi.

“Bukan karena lebih pintar, tetapi karena lebih dulu tahu dari membaca,” ujarnya.

Pantauan di lokasi, peserta terlihat antusias sejak awal hingga akhir acara.

Mereka mengikuti materi dengan tertib, mencatat poin penting, aktif bertanya, bahkan beberapa berani maju untuk praktik berbicara di depan peserta lainnya. (dik)

Editor : Ali Mustofa
#generasi muda #djarum #jurnalistik #jawa pos radar kudus