Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Siswa SMK 2 Kudus Jadi Korban Kekerasan Dari Dua Sekolah Saat Konvoi

Admin • Selasa, 5 Mei 2026 | 15:01 WIB
LOKASI KEJADIAN: Polisi meninjau lokasi kejadian yang diduga menjadi peristiwa pertikaian antar pelajar.
LOKASI KEJADIAN: Polisi meninjau lokasi kejadian yang diduga menjadi peristiwa pertikaian antar pelajar.

KUDUS- Tawuran antar pelajar yang diduga menyerang siswa SMK 2 Kudus terjadi, Senin (4/5). Penyerangan tersebut bermula dari konvoi dua sekolah yang melintas Jalan Bareng-Colo, turut Desa Margorejo, Kecamatan Dawe. 

Video tawuran tersebut viral di sosial media. Sejumlah pelajar berpakaian putih abu-abu melakukan konvoi di Jalan Bareng-Colo. Sejumlah siswa yang konvoi tersebut seragramnya sudah dicoret-coret dengan cat semprot. Diduga mereka melakukan konvoi untuk merayakan kelulusan.

Dari video yang beredar juga, sempat ada salah satu siswa yang terkapar di jalan. Korban yang terkapar tersebut dipukuli oleh sejumlah siswa yang sedang konvoi tersebut.

Dari penggalan video yang beredar juga, ada siswa yang diboncengkan oleh polisi menuju SMK 2 Kudus.Sontak siswa yang berada di sana menyorakinya.

Menurut keterangan saksi mata penjual cilok, Roslan, 65 kejadian tawuran tersebut berlangsung pukul 12.30. Rombongan siswa konvoi tersebut berjalan dari arah selatan menuju utara.

Rombongan siswa yang berjalan dari ke arah utara tersebut kembali lagi ke selatan. Rombongan peserta konvoi tersebut kocar-kocir melarikan diri ke arah selatan.

"Saya gatau sebenarnya apa yang terjadi. Di dekat lokasi sempat berhenti dan ada yang berantem (di utara) langsung lari ke selatan," katanya.

Siswa tersebut saling pukul. Menurut Roslan para siswa yang mengikuti konvoi tersebut tidak membawa sajam. Diduga mereka yang konvoi teraebut membawa batang bambu.

"Kalau ada bawa senjata sudah ada darah yang berceceran," ungkapnya.

Terpisah, Kepala Sekolah SMK 2 Kudus, Budi Susanto menyatakan, saat kejadian pihaknya tidak berada di sekolah. Saat itu Budi sedang ada ditugas di luar sekolah.

Budi yang ada di luar sekolah dihubungi terkait adanya insenden tawuran tersebut. Dari informasi yang diterima oleh Budi siswanya diserang oleh dua sekolah yakni oleh SMK Nusantara dan SMK NU 2 Maarif.

”Sudah dua pelaku yang diamankan oleh polisi, saya dimintai ke sana,” katanya.

Terkait kondisi siswanya, Budi enggan menjawab. Dia bergegas pergi meninggalkan awak media dan memenuhi panggilan polisi untuk dimintai keterangan di Polsek Dawe. (gal/zen)

 

 

 

Editor : Admin
#SMK 2 Kudus #Jalan Bareng-Colo #pemprov jateng #dinas pendidikan