KUDUS – Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kudus memastikan para guru akan ikut serta dalam program pertukaran pada tahun ajaran baru 2026/2027.
Program exchange yang mencakup pertukaran pelajar dan tenaga pendidik ini merupakan inisiatif Bupati Kudus Sam’ani Intakoris guna mendorong pemerataan mutu pendidikan sekaligus memperkaya pengalaman belajar.
Pelaksanaan perdana pertukaran guru dijadwalkan berlangsung pada Agustus 2026 bersamaan dengan program pertukaran pelajar.
Sejumlah sekolah jenjang SD dan SMP di Kudus akan terlibat dalam pertukaran tersebut selama periode tertentu.
Kepala Bidang Pendidikan Dasar Disdikpora Kudus, Anggun Nugroho, menjelaskan bahwa mekanisme pertukaran guru akan berjalan beriringan dengan pertukaran siswa.
Namun, pihaknya masih mengkaji mata pelajaran apa saja yang akan dilibatkan.
Untuk jenjang SD, guru kelas diprioritaskan karena setiap sekolah memiliki formasi tersebut sehingga tidak mengganggu proses belajar.
Sementara di tingkat SMP, masih dilakukan pembahasan.
Sejumlah usulan menyebutkan guru Bahasa Indonesia dan Matematika menjadi kandidat utama, mengingat kedua mata pelajaran tersebut akan diujikan dalam Tes Kemampuan Akademik (TKA) tahun depan.
Selain itu, muncul pula masukan dari pengawas sekolah agar guru PPKn dan Bimbingan Konseling turut dipertimbangkan.
Hal ini dinilai penting untuk memperkuat pembentukan karakter siswa di masing-masing sekolah.
Disdikpora menegaskan, pelaksanaan program ini tidak akan mengganggu kegiatan belajar mengajar.
Sekolah yang mengirimkan guru wajib menyiapkan pengganti agar proses pembelajaran tetap berjalan normal.
Waktu pelaksanaan juga dipilih di awal tahun ajaran baru supaya tidak berbenturan dengan agenda penting seperti ujian tengah semester maupun penilaian akhir semester.
Melalui program ini, pemerintah berharap pemerataan kualitas pendidikan di Kudus dapat terwujud, sekaligus memberikan pengalaman baru bagi guru dan siswa yang terlibat. (san)