Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Insiden Study Tour Jadi Evaluasi Besar, Kepala SMP 2 Gebog Kudus: Keselamatan Siswa Harus Nomor Satu

Ali Mustofa • Selasa, 28 April 2026 | 12:00 WIB
Kepala SMP 2 Gebog Ahadi Setiawan (INDAH SUSANTI/RADAR KUDUS)
Kepala SMP 2 Gebog Ahadi Setiawan (INDAH SUSANTI/RADAR KUDUS)

RADAR KUDUS – Kepala SMP 2 Gebog Kudus, Ahadi Setiawan, menyatakan insiden kecelakaan yang menimpa salah satu bus rombongan kegiatan studi tour beberapa waktu lalu menjadi bahan evaluasi penting bagi sekolah.

Ia menegaskan kejadian tersebut, insiden kecelakaan beruntun. Salah satu bus dari SMP 2 Gebog, tidak bisa menghindar karena kejadiannya begitu cepat dan kondisi bus mengalami retak pada kaca.

Namun, penanggung jawab lapangan dan biro langsung gerak cepat mengevakuasi siswa yang ada didalam bus tersebut untuk pindah ke bus lainnya dan bisa melanjutkan perjalanan kembali.

"Seluruh kondisi siswa yang ada bus tersebut tidak ada yang terluka. Semua selamat dan inilah pentingnya memilih biro dan kondisi bus yang bagus. Kejadian kecelakaan kemarin bukan karena kelalaian sopir melainkan keadaan yang tidak bisa dihindari, saya langsung laporan ke Disdikpora Kudus," jelasnya. 

Ia memastikan, sebelum keberangkatan, kegiatan tersebut telah mengantongi izin resmi dari Disdikpora Kudus.

Wawan menjelaskan, sesaat setelah kejadian, dirinya langsung melaporkan kronologi kepada Kepala Disdikpora Kudus, Harjuna Widada, serta terus memperbarui informasi terkait kondisi para siswa hingga rombongan kembali ke Kudus dengan selamat.

Laporan yang sama juga disampaikan kepada Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris.

Menurutnya, peran kepala sekolah sangat krusial dalam situasi darurat.

Setiap peristiwa yang terjadi harus segera dilaporkan secara berjenjang dan disertai kronologi yang jelas agar penanganan bisa dilakukan secara cepat dan tepat.

Ia menekankan, sekolah lain yang merencanakan kegiatan study tour ke luar kota harus lebih selektif dalam memilih biro perjalanan.

Kelayakan armada bus, kesiapan kru, hingga kompetensi tour leader wajib menjadi perhatian utama demi keselamatan peserta.

Selain menjabat sebagai kepala sekolah, Wawan juga merupakan Ketua PGRI Kabupaten Kudus.

Ia menegaskan bahwa keamanan peserta harus menjadi prioritas sejak keberangkatan, selama kegiatan berlangsung, hingga kembali pulang.

“Sekolah jangan hanya tergiur harga murah. Kualitas biro perjalanan dan kondisi armada harus benar-benar dipastikan aman dan terpercaya,” ujarnya.

Ia menilai pelaksanaan study tour di jenjang SD dan SMP selama ini berjalan baik dan perlu dipertahankan. Namun, persoalan pembiayaan tetap menjadi perhatian.

Sekolah diharapkan memberikan dukungan penuh bagi siswa kurang mampu maupun yatim piatu agar tetap bisa mengikuti kegiatan tersebut.

Wawan juga mengingatkan, apabila terjadi insiden di perjalanan, pimpinan rombongan wajib segera berkoordinasi dengan atasan.

Informasi harus disampaikan terlebih dahulu kepada Disdikpora dan bupati, sehingga tidak muncul laporan dari pihak yang tidak berwenang.

“Koordinasi yang cepat dan tepat sangat penting agar penanganan berjalan maksimal,” tegasnya. (san)

Editor : Ali Mustofa
#Disdikpora #siswa #sekolah #Kudus #study tour