RADAR KUDUS — Rencana besar untuk mengintegrasikan konektivitas di wilayah Muria Raya kini memasuki babak baru.
Proyek bus Trans Jekuti, yang akan menghubungkan tiga kabupaten strategis—Jepara, Kudus, dan Pati—terus dimatangkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama pemerintah daerah setempat.
Meski ditargetkan mulai beroperasi pada tahun 2027, proses sinkronisasi rute masih menjadi agenda utama dalam berbagai forum diskusi lintas wilayah.
Baca Juga: Pergerakan IHSG Datar, Dana Investor Mulai Bergeser ke Saham Lapis Dua
Dalam rancangan besar ini, Kabupaten Kudus diposisikan sebagai titik sentral atau hub utama yang menjembatani ketiga wilayah di kaki Gunung Muria tersebut.
Secara teknis, jalur transportasi ini akan terbagi menjadi dua koridor utama dari Kudus:
Koridor Barat: Mengarah menuju Kabupaten Jepara.
Koridor Timur: Mengarah menuju Kabupaten Pati.
Penempatan Kudus sebagai pusat integrasi diharapkan dapat mempermudah mobilisasi pekerja, pelajar, hingga wisatawan yang selama ini mengandalkan kendaraan pribadi atau transportasi umum yang belum terintegrasi secara modern.
Salah satu poin krusial yang saat ini tengah dibahas secara intensif adalah penentuan titik akhir di wilayah Jepara.
Muncul usulan agar layanan Trans Jekuti hanya mencapai Kecamatan Pecangaan demi efisiensi anggaran dan optimalisasi operasional.
Namun, usulan tersebut mendapat tanggapan kritis dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara. Pihak Pemkab berharap layanan bus ini tidak berhenti di pinggiran, melainkan mampu menjangkau hingga ke pusat kota Jepara.
Argumen utamanya adalah untuk memberikan aksesibilitas yang maksimal bagi masyarakat serta mendukung sektor pariwisata dan industri mebel yang menjadi ikon wilayah tersebut.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperinda) Kabupaten Kudus, Sulistyowati, menegaskan bahwa pembahasan tingkat provinsi terus dilakukan untuk menemukan titik temu.
Sinkronisasi ini penting agar proyek tidak hanya matang secara infrastruktur, tetapi juga berkelanjutan secara finansial.
Baca Juga: Waspada! Link Palsu Catut BKN Marak, ASN Diminta Waspada Kebocoran Data
"Pemerintah daerah bersama Pemprov Jateng terus mematangkan rute. Meski kesepakatan final terkait jalur menuju Jepara dan Pati belum sepenuhnya tercapai, kami terus mengupayakan solusi terbaik bagi mobilitas warga di Pantura Timur," jelasnya.
Kehadiran Trans Jekuti diharapkan mengikuti kesuksesan Trans Jateng yang telah lebih dulu beroperasi di wilayah lain.
Dengan sistem pembayaran nontunai (cashless) dan standar pelayanan minimum yang ketat, Trans Jekuti diproyeksikan menjadi tulang punggung transportasi publik yang murah, aman, dan nyaman di tahun 2027 mendatang. (*)
Editor : Ghina Nailal Husna