KUDUS – Proses pembongkaran Stadion Wergu Wetan mulai dilakukan pada Selasa (14/4).
Bersamaan dengan itu, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) juga memulai pengecekan kualitas tanah serta ketersediaan air di kawasan stadion.
Berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah pekerja tampak melepas bagian atap di pintu masuk stadion.
Pembongkaran juga dilakukan di area ruang ganti pemain Persiku dan tim tamu, di mana seluruh loker telah dilepas dan menyisakan puing-puing.
Di area lapangan, pekerja mulai memetakan titik-titik sprinkler yang tertanam di rumput.
Rencananya, perangkat tersebut akan dilepas dan diserahkan kepada manajemen.
Selain itu, pengeboran tanah juga mulai dilakukan guna menguji kekuatan tanah serta kondisi air di kawasan stadion.
Salah satu perawat lapangan, Hanif, menjelaskan bahwa saat ini tim tengah memetakan lokasi sprinkler yang tertanam di lapangan.
Menurutnya, proses pencarian harus dilakukan dengan teliti karena terdapat 24 titik sprinkler yang ditanam.
Setelah titik terdeteksi, sprinkler akan segera dilepas.
Ia menambahkan, pekerjaan pelepasan sprinkler saat ini hanya dilakukan oleh dua orang, sehingga waktu penyelesaian belum dapat dipastikan.
Selain itu, pihak manajemen Persiku juga meminta agar rumput lapangan diambil untuk dipindahkan ke Mejobo.
Di sisi lain, pengecekan tanah dan air oleh Kementerian PU masih berlangsung untuk mengetahui kekuatan struktur lahan stadion.
Saat ini Stadion Wergu Wetan sudah tidak dapat digunakan untuk kegiatan olahraga, baik oleh Persiku maupun masyarakat umum, karena proses uji tanah yang dijadwalkan berlangsung sepanjang April.
Pertandingan terakhir yang digelar di stadion tersebut adalah laga Persiku melawan PSIS Semarang pada Sabtu (11/4), yang ditutup dengan perayaan meriah dari suporter menggunakan flare dan kembang api.
Pembangunan ulang stadion akan dikerjakan oleh Kementerian PU dengan anggaran dari pemerintah pusat sebesar Rp225 miliar. (gal)