Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Seru! Napak Tilas Kartini Lewat Diskusi Santai, Apa Saja Koleksi di Dalam?

Andika Trisna Saputra • Selasa, 14 April 2026 | 07:32 WIB

SERU: Peserta melihat karya-karya terkait Kartini di Moesioem Ketjil Keluarga Besar Ashadie, kemarin. (ANDIKA TRISNA SAPUTRA/RADAR KUDUS)
SERU: Peserta melihat karya-karya terkait Kartini di Moesioem Ketjil Keluarga Besar Ashadie, kemarin. (ANDIKA TRISNA SAPUTRA/RADAR KUDUS)

KOTA – Komunitas Cerita Kudus Tuwa menghadirkan cara berbeda dalam mengenalkan sejarah kepada masyarakat melalui kegiatan ringan namun sarat makna.

Pada Minggu (12/4) sore, mereka menggelar pameran surat dan kutipan tokoh emansipasi, Raden Ajeng Kartini, yang dikemas dengan konsep diskusi santai dan interaktif. 

Pantauan lokasi, Peserta mulai berdatangan pukul 16.00 wib.

Peserta memasuki Moesioem Ketjil Keluarga Besar Ashadie melihat-lihat koleksi sambil menunggu semua peserta berkumpul.

Di museum tersebut terdapat koleksi alat kuno pembuatan rokok, koleksi bungkus rokok, visual kuno koran pemberitaan terkait rokok, dan karya yang berkaitan dengan Kartini, serta masih banyak lagi. 

Koordinator Cerita Kudus Tuwa, Yusak Maulana, menjelaskan bahwa pihaknya sebenarnya menargetkan agenda rutin setiap bulan.

Namun, tidak semua kegiatan dapat dikemas dalam bentuk walking tour karena membutuhkan persiapan lebih kompleks. 

“Walking tour tidak bisa dilakukan rutin tiap bulan karena persiapannya cukup banyak. Maka kami siasati dengan mengadakan diskusi bulanan yang lebih ringan, santai, dan tetap edukatif,” ujarnya.

Pada kegiatan kali ini, peserta diajak menyelami pemikiran Kartini melalui pameran surat dan kutipan yang digelar di Moesioem Ketjil Keluarga Besar Ashadie.

Selain menikmati koleksi yang sudah ada di museum, seperti koleksi rokok lawas, panitia juga menambahkan berbagai karya yang relevan dengan tema Kartini. 

Suasana semakin hidup ketika salah satu tim memberikan penjelasan langsung kepada peserta mengenai isi museum, khususnya yang berkaitan dengan pemikiran dan perjuangan Kartini.

Paparan tersebut membuka wawasan baru, terutama bagi peserta yang sebelumnya hanya mengenal Kartini dari pelajaran sekolah. 

Setelah sesi pameran, kegiatan dilanjutkan dengan berpindah ke rumah keluarga Ashadie yang berada di sebelah timur museum.

Di lokasi tersebut, peserta menikmati hidangan sambil mengikuti diskusi santai yang berlangsung hangat dan interaktif. 

Yusak menambahkan, konsep kegiatan selalu disesuaikan dengan tema, termasuk dalam penyajian makanan.

“Menu biasanya kami sesuaikan dengan tema kegiatan agar suasana lebih terasa dan menyatu,” katanya. 

Kegiatan yang berlangsung dari pukul 16.00 hingga 18.00 WIB ini diharapkan dapat menjadi alternatif ruang belajar sejarah yang lebih dekat, santai, dan menyenangkan bagi masyarakat, sekaligus menjaga ingatan kolektif terhadap tokoh dan peristiwa penting bangsa.

Salah satu peserta, Cahya Octavianing Triska, mengaku antusias mengikuti acara tersebut.

Menurutnya, kegiatan seperti ini memberikan sudut pandang baru yang tidak ia dapatkan di bangku sekolah. 

“Seru, sesuai tema bulan April. Banyak hal yang tidak dijelaskan di sekolah tapi dijelaskan di sini berdasarkan buku-buku. Ini pertama kali saya ikut,” ungkap warga Desa Pedawang tersebut. (dik)

Editor : Andika Trisna Saputra
#koleksi #wisata #kartini #museum #rokok