Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Desain Baru Stadion Wergu Wetan: Tribun Melingkar, Tanpa Lintasan Atletik, Fokus ke Sepak Bola Modern

Mahendra Aditya Restiawan • Senin, 13 April 2026 | 17:35 WIB

 

MODERN: Desain penampakan Stadion Wergu Wetan yang akan dibangun pada 2026-2027.
MODERN: Desain penampakan Stadion Wergu Wetan yang akan dibangun pada 2026-2027.

KUDUS – Transformasi total Stadion Wergu Wetan tidak hanya menyentuh aspek fisik, tetapi juga filosofi desain. Stadion legendaris ini akan dirobohkan dan dibangun ulang dengan pendekatan modern yang lebih fokus pada sepak bola, meninggalkan konsep lama yang menggabungkan fungsi atletik.

Salah satu perubahan paling mencolok adalah rencana penghilangan lintasan atletik. Keputusan ini bukan tanpa alasan. Dalam standar stadion sepak bola modern, jarak antara penonton dan lapangan menjadi faktor penting untuk menciptakan atmosfer pertandingan yang lebih hidup dan intim.

Dengan dihilangkannya lintasan tersebut, tribun penonton akan lebih dekat ke lapangan. Ini sejalan dengan tren stadion internasional yang menempatkan pengalaman penonton sebagai prioritas utama.

Kepala Dinas PUPR Kudus, Harry Wibowo, menjelaskan bahwa desain terbaru akan mengusung konsep tribun melingkar penuh yang mengelilingi lapangan dari empat sisi: timur, barat, utara, dan selatan.

“Konsepnya tribun menyambung mengelilingi lapangan. Ini untuk meningkatkan kenyamanan dan pengalaman penonton,” jelasnya.

Namun, untuk memenuhi standar keamanan dan teknis, tetap akan ada jarak ideal antara tribun dan lapangan. Untuk itu, beberapa sisi tribun seperti timur dan selatan akan dimundurkan. Langkah ini dimungkinkan karena ketersediaan lahan yang masih mencukupi, termasuk aset milik pemerintah daerah.

Dari sisi kapasitas, perubahan desain ini membawa konsekuensi signifikan. Stadion yang sebelumnya mampu menampung sekitar 15 ribu penonton akan dipangkas menjadi sekitar 8 ribu kursi.

Pengurangan ini terjadi karena penggunaan kursi tunggal (single seat) di seluruh tribun. Sistem ini menjadi standar dalam stadion modern, terutama untuk meningkatkan kenyamanan dan keamanan penonton.

Meski kapasitas menurun, kualitas pengalaman justru meningkat. Penonton tidak lagi berdesakan, dan setiap kursi memiliki ruang yang jelas. Ini juga mempermudah pengelolaan tiket serta pengawasan keamanan saat pertandingan berlangsung.

Dari segi fasilitas, tidak semua tribun akan dilengkapi atap. Berdasarkan desain awal, hanya tribun barat yang direncanakan memiliki penutup. Sementara tiga sisi lainnya—timur, utara, dan selatan—akan tetap terbuka.

Keputusan ini berkaitan dengan efisiensi anggaran. Dengan total biaya pembangunan sekitar Rp 225 miliar, prioritas diarahkan pada elemen utama yang mendukung fungsi stadion sebagai venue sepak bola berstandar nasional dan regional.

Selain tribun, pembenahan juga menyasar kualitas lapangan. Rumput stadion akan diganti menggunakan jenis Zoysia Matrella, yang dikenal memiliki daya tahan tinggi dan sering digunakan di stadion profesional.

Jenis rumput ini mampu memberikan permukaan bermain yang lebih stabil, sekaligus mendukung performa pemain. Dalam banyak referensi stadion modern, kualitas rumput menjadi salah satu indikator utama kelayakan venue.

Dari sisi visual, stadion baru akan mengusung identitas kuat klub lokal, Persiku Kudus. Seluruh tribun dirancang dengan dominasi warna biru, mencerminkan karakter tim kebanggaan masyarakat Kudus tersebut.

Pada bagian tribun barat, nama Stadion Wergu Wetan akan ditampilkan di area pintu masuk utama, menegaskan identitas stadion sebagai landmark kota.

Penerangan stadion juga akan ditingkatkan dengan pemasangan lampu di empat sudut. Sistem pencahayaan ini penting untuk mendukung pertandingan malam hari serta standar siaran televisi.

Jika melihat tren pembangunan stadion di Indonesia dan dunia, konsep yang diusung Wergu Wetan sejalan dengan arah modernisasi infrastruktur olahraga. Stadion tidak lagi sekadar tempat pertandingan, tetapi juga ruang hiburan dan pengalaman bagi penonton.

Dengan desain tanpa lintasan atletik dan tribun yang lebih dekat ke lapangan, atmosfer pertandingan diharapkan menjadi lebih intens. Ini menjadi nilai tambah, terutama bagi klub seperti Persiku yang mengandalkan dukungan suporter.

Di sisi lain, perubahan ini juga menandai pergeseran fungsi stadion dari multi-event menjadi spesifik sepak bola. Langkah ini dinilai lebih efektif dalam meningkatkan kualitas pertandingan dan daya tarik kompetisi.

Kini, publik menanti realisasi proyek besar ini. Jika berjalan sesuai rencana, Stadion Wergu Wetan tidak hanya berubah secara fisik, tetapi juga naik kelas sebagai stadion modern yang siap mendukung perkembangan sepak bola di daerah.

Editor : Mahendra Aditya
#Stadion Wergu Wetan desain #tribun melingkar stadion #tanpa lintasan atletik #Persiku Kudus stadion #rumput Zoysia Matrella