KUDUS – Transformasi besar Stadion Wergu Wetan semakin mendekati tahap realisasi. Pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU) telah menyiapkan anggaran sekitar Rp 225 miliar untuk membangun ulang stadion kebanggaan warga Kudus itu dengan standar internasional.
Proyek ini bukan sekadar renovasi, melainkan pembangunan ulang yang menyasar peningkatan kualitas fasilitas agar memenuhi standar Asian Football Confederation (AFC). Dengan demikian, stadion ini diharapkan mampu menjadi tuan rumah pertandingan level nasional hingga internasional di masa mendatang.
Kepala Dinas PUPR Kudus, Harry Wibowo, menjelaskan bahwa tahapan awal kini memasuki fase perencanaan teknis yang cukup krusial. Pemerintah daerah diminta melakukan proses apresial aset sebagai dasar penataan ulang kawasan stadion.
“Rangkaian rapat dengan Kemen PU sudah dilakukan. Saat ini fokus pada penyiapan dokumen dan tahapan awal sebelum lelang dimulai,” ujarnya.
Jika tidak ada hambatan, proses lelang proyek dijadwalkan berlangsung pada April hingga Mei 2026. Sementara itu, pekerjaan fisik ditargetkan mulai berjalan pada Juli atau Agustus tahun ini.
Tak hanya soal bangunan utama, proyek ini juga menuntut kesiapan lahan tambahan. Pemerintah daerah diminta menyediakan area seluas 4 hingga 5 hektare guna menunjang pengembangan stadion, termasuk perluasan tribun, akses penonton, serta fasilitas pendukung lainnya.
Desain baru Stadion Wergu Wetan nantinya akan memiliki kapasitas sekitar 8.000 penonton, sesuai standar AFC. Meski belum mencapai standar FIFA yang umumnya berada di angka 10.000 kursi, kapasitas ini dinilai cukup untuk mengakomodasi kebutuhan kompetisi regional dan nasional.
Selain kapasitas, standar AFC juga mencakup aspek lain seperti kualitas rumput, pencahayaan stadion, ruang ganti pemain, area media, hingga sistem keamanan. Hal ini menunjukkan bahwa pembangunan stadion tidak hanya berorientasi pada tampilan fisik, tetapi juga kelayakan teknis sebagai venue profesional.
Dalam waktu dekat, Kemen PU juga akan melakukan uji tanah di lokasi pembangunan. Tahapan ini penting untuk memastikan struktur tanah mampu menopang konstruksi tribun dan bangunan lain yang direncanakan.
Sementara itu, aktivitas olahraga di stadion lama telah dihentikan. Pertandingan terakhir Persiku Kudus yang digelar beberapa waktu lalu menjadi penanda berakhirnya penggunaan stadion lama sebelum proses pembangunan dimulai.
Penutupan sementara ini menjadi bagian dari proses transformasi besar yang diharapkan membawa dampak jangka panjang, tidak hanya bagi dunia olahraga, tetapi juga sektor ekonomi lokal.
Sejumlah studi menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur olahraga berstandar internasional mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, mulai dari sektor UMKM, pariwisata, hingga penciptaan lapangan kerja. Kehadiran stadion baru berpotensi meningkatkan kunjungan penonton dari luar daerah, terutama saat digelar pertandingan besar.
Di sisi lain, proyek ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas sarana olahraga nasional. Dalam beberapa tahun terakhir, pembangunan dan renovasi stadion di berbagai daerah menjadi prioritas, sejalan dengan target peningkatan prestasi sepak bola Indonesia.
Bagi masyarakat Kudus, pembangunan Stadion Wergu Wetan bukan sekadar proyek fisik. Stadion ini memiliki nilai historis dan emosional sebagai “rumah” bagi Persiku serta ruang berkumpul warga dalam berbagai kegiatan.
Dengan wajah baru yang lebih modern, stadion ini diharapkan tetap mempertahankan identitasnya sekaligus beradaptasi dengan kebutuhan zaman.
Kini, semua mata tertuju pada proses berikutnya: lelang proyek dan dimulainya pembangunan. Jika berjalan sesuai rencana, dalam beberapa tahun ke depan, Kudus akan memiliki stadion representatif yang mampu bersaing di level nasional bahkan regional.
Editor : Mahendra Aditya