Viral Surat MBG, Siswa Kudus Kini Cemas Keluar Rumah, Dinsos Turun Tangan

Mahendra Aditya Restiawan • Dipublikasikan Selasa, 7 April 2026 | 18:46 WIB
KROSCEK: Tim Perlindungan Anak Dinsos P3AP2KB Kudus melakukan pengecekan langsung ke rumah keluarga Arsya untuk memastikan kondisi psikologis tetap aman.
KROSCEK: Tim Perlindungan Anak Dinsos P3AP2KB Kudus melakukan pengecekan langsung ke rumah keluarga Arsya untuk memastikan kondisi psikologis tetap aman.

KUDUS – Siswa SMK NU Miftahul Falah Kudus, Muhammad Rafif Arsya Maulidi, yang sempat viral karena mengirim surat kepada Presiden RI Prabowo Subianto terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG), kini masih berada dalam pengawasan dan pendampingan Dinsos P3AP2KB Kudus.

Setelah sebelumnya menemui Arsya di sekolah, tim Dinsos melanjutkan kunjungan ke rumahnya dan bertemu sang ibu, Yunita Ari Santi, yang didampingi perangkat Desa Bae. Dalam pertemuan itu, pihak keluarga terlihat terbuka dan kooperatif.

Namun, sejak tulisannya viral di media sosial dan muncul dugaan intimidasi melalui pesan di Instagram, kondisi Arsya mulai berubah. Ia menjadi lebih waspada dan cenderung takut saat harus keluar rumah. Bahkan, aktivitas sekolahnya sempat terganggu karena tidak ada yang mengantar.

Menurut keterangan ibunya, kekhawatiran Arsya dipicu oleh berbagai berita kekerasan yang beredar, sehingga ia membayangkan potensi ancaman serupa bisa terjadi pada dirinya. Untuk sementara, aktivitas di luar rumah pun dibatasi hingga situasi kembali kondusif.

Padahal, sebelumnya Arsya dikenal sebagai siswa aktif yang terlibat dalam organisasi IPNU serta memiliki minat besar di bidang fotografi. Ia bahkan kerap menerima pekerjaan foto dari berbagai acara, mulai dari lingkungan sekolah hingga hajatan.

Yunita mengungkapkan, sebelum surat tersebut dikirim, dirinya sempat mencoba menahan keinginan anaknya. Namun setelah dipertimbangkan bersama keluarga, akhirnya Arsya tetap mengunggah surat tersebut ke media sosial dengan persetujuan orang tuanya.

Keluarga juga telah memahami risiko yang mungkin muncul, termasuk respons publik hingga komentar negatif. Bahkan, sempat terjadi dugaan intimidasi dari akun media sosial, meski kemudian berujung pada permintaan maaf langsung dari pihak yang bersangkutan.

Dinsos P3AP2KB Kudus melalui Kepala Bidang PPA, Yuni Saptorini, memastikan kondisi Arsya tetap stabil dan tidak mengalami tekanan serius. Pihaknya juga membuka jalur komunikasi jika sewaktu-waktu muncul gangguan atau ancaman.

Pendampingan akan terus dilakukan untuk menjamin keamanan serta kenyamanan Arsya, baik secara fisik maupun mental, di tengah perhatian publik yang masih tinggi terhadap kasus tersebut.

Editor : Mahendra Aditya
siswa Kudus viral surat MBG Prabowo intimidasi siswa kesejahteraan guru dinsos kudus