KOTA - Suasana perayaan Paskah di Gereja Santo Yohanes Evangelista berlangsung khidmat pada Minggu (5/4).
Sejak pagi, ratusan jemaat mulai betdatangan untuk mengikuti rangkaian ibadah yang digelar dalam tiga sesi, yakni Paskah pagi pukul 07.30 WIB, Paskah anak pukul 09.30 WIB, dan Paskah umum pada sore hari pukul 17.00 WIB.
Pantauan di lokasi, gereja dipenuhi jemaat dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang tua.
Ibadah berlangsung khidmat dengan dipimpin oleh seorang rama.
Orang tua tampak terbagi peran, sebagian mengikuti ibadah pagi, sementara lainnya mendampingi anak-anak dalam Paskah khusus anak.
Pada ibadah anak, suasana terasa lebih meriah.
Anak-anak mengikuti rangkaian misa dengan pendekatan yang lebih interaktif, seperti cerita dan pertanyaan yang menghibur.
Hal ini membuat mereka lebih mudah memahami mkna Paskah sekaligus menikmati suasana ibadah.
Usai Paskah Anak, ratusan anak diarahkan menuju aula gereja untuk mengikuti berbagai permainan yang telah disiapkan panitia.
Salah satu yang paling menarik adalah kegiatan berburu telur Paskah yang disembunyikan di sekitar aula.
Sorak tawa dan keceriaan anak-anak mewarnai kegiatan tersebut.
Rama Leonardus Murialdo Tina Kusuma yang memimpin ibadah menjelaskan bahwa Paskah merupakan hari raya penting bagi umat Kristiani, yakni peringatan kebangkitan Yesus Kristus.
Ia berharap makna kebangkitan ini dapat dirasakan oleh seluruh umat dalam kehidupan sehari-hari.
“Diharapkan kebangkitan ini mewarnai seluruh umat Kristiani di mana pun berada. Bangkit dari kelesuan, kemarahan, dan hal-hal negatif,” ujarnya.
Ia mneyebutkan, hari Paskah erat kaitaannya dengan telur.
Sebuah telur itu menandakan sebagai simbol lahir kembali.
"Telur itu kan menandakan akan adanya makhluk yang muncul dari sebuah telur tersebut. Jadi manusia bagaikan dilahirkan kembali, atau kembali ke fitri," jelasnya.
Ia menambahkan, perayaam tahun ini menghadirkan tiga sesi ibadah dengan total jemaat yang cukup besar.
Untuk ibadah pagi tercatat sekitar 580 orang, sedangkan Paskah anak diikuti sekitar 600 anak bersama pendampingnya.
Secara keseluruhan, rangkaian ibadah berlangsung seperti biasa, meliputi pembacaan kitab suci, doa, serta kisah kehidupan Yesus Kristus.
Namun, sentuhan kegiatan interaktif bagi anak-anak menjadi daya tarik tersendiri dalam perayaan Paskah. (dik)
Editor : Andika Trisna Saputra