KOTA – Perayaan Tri Hari Suci Paskah di gereja Santo Yohanes Evangelista berlangsung khidmat sejak Kamis (2/4) dengn rangkaian ibadah yang diikuti ribuan umat.
Kegiatan ini menjadi momen penting bagi umat untuk mengenang perjalanan sengsara hingga kebangkitan Yesus Kristus.
Pantauan lokasi, jamaah gereja mulai berdatangan sejak 16.00 WIB mengenakan pakaian dominan warna putih.
Saat misa dimulai, suasana di dalam gereja sangat khidmat, jamaah mengikuti seluruh rangkaian kegiatan yang dipimpin oleh seorang rama.
Kemudian, 12 jamaah sebagai perwakilan ditunjuk maju sebagai simbolis murid Yesus yang akan dibasuk kakinya.
Kabid Liturgi Dewan Paroki, Franciscus Xaverius Didik Setyawan menjelaskan, rangkaian Tri Hari Suci dimulai dari Misa Kamis Putih, dilanjutkan Ibadah Jumat Agung, Misa Vigili Paskah pada Sabtu malam, hingga Misa Paskah pada Minggu.
“Ini merupakan satu rangkaian utuh yang dimulai Kamis hingga Minggu. Semua menjadi bagian penting dalam perayaan iman umat Katolik,” ujarnya usai mengikuti Misa Kamis Putih, Kamis (2/4).
Ia menybutkan, pelaksanaan Misa Kamis Putih digelar dalam dua sesi, yakni pukul 17.30 WIB dan 20.00 WIB.
Pada sesi pertama diikuti sekitar 1.500 umat, sementara sesi kedua dihadiri sekitar 1.000 umat.
Total sekitar 2.500 jemaat mengikuti ibadah tersebut.
Kapasitas gereja yang hanya mampu menampung sekitar 700 orang membuat sebagian umat harus mengikuti misa dari aula yang telah disiapkan panitia.
Meski demikian, suasana ibadah tetap berjalan tertib dan penuh kekhusyukan.
Misa Kamis Putih memiliki makna khusus, yakni mengenang Perjamuam Malam Terakhir Yesus bersama para murid-Nya.
Dalam misa ini juga dilakukan ritual pembasuhan kaki terhadap 12 orang yang menjadi simbol dari 12 murid Yesus.
“Pembasuhan kaki dilakukan oleh rama kepada 12 perwakilan umat dari berbagai lingkungan. Ini simbol keteladanan pelayanan dan kerendahan hati,” jelasnya.
Ia menambahkan, pemilihan 12 orang tersebut tidak melalui syarat khusus, melainkan perwakilan dari tiap lingkungan sebagai simbol kebersamaan umat.
Tradisi ini merupakan bagian dari napak tilas yang merujuk pada kisah dalam Kitab Suci.
Misa sesi pertama dipimpin oleh Rama Leonardus Murialdo Tina Kusuma, sementara sesi kedua dipimpin oleh Rama Martinus Mariosa Kleruk.
Selain pembasuhan kaki, rangkaian ibadah juga diisi dengan perarakan, doa, pujian, serta tuguran atau berjaga bersama sebagai bentuk permenungan hingga pukul 00.00 WIB.
Didik menuturkan, tema Paskah tahun ini adalah gereja berjuang menghadirkan masyarakat yang bahagia dan sejahtera.
Tema tersebut mengajak umat untuk lebih peduli terhadap sesama dan aktif terlibat dalam kehidupan sosial.
“Harapannya umat Katolik bisa hadir di tengah masyarakat, membawa semangat kebahagiaan dan kesejahteraan, serta mewujudkan sikap inklusif ke dalam dan terbuka ke luar,” katanya.
Sebelumnya, rangkaian Paskah diawali dengan Rabu Abu sebagai tanda dimulainya masa puasa selama 40 hari, dilanjutkan Minggu Palma sebagai peringatan masuknya Yesus ke Yerusalem, hingga akhirnya mencapai puncak perayaan Paskah. (dik)
Editor : Andika Trisna Saputra