Meski berdomisili di Demak, ia memilih mengurus kepesertaannya di BPJS Kesehatan Cabang Kudus karena lokasinya lebih dekat dari tempat tinggalnya.
Di masa masih menjalani cuti melahirkan, Ia datang untuk mengganti nama bayinya yang sebelumnya tercatat atas nama “Bayi Nyonya Desy”.
"Tadi mengurus perubahan nama anak saya, sekarang sudah diganti sesuai nama aslinya. Prosesnya cepat, tidak ribet, dan cukup bawa Kartu Keluarga terbaru saja, petugasnya juga ramah dan informatif," cerita Desy yang terdaftar di segmen Pekerja Penerima Upah (PPU).
Persalinan kedua Desy dilakukan dengan operasi caesar. Ia menjalani kontrol kehamilan di RSU Kumala Siwi bersama dokter Aditya.
Ia juga mendapatkan pemeriksaan USG sebanyak dua kali.
"Karena saya mempunyai riwayat caesar dari anak pertama akibat pinggul saya sempit, jadi operasi kali ini juga dilakukan dengan prosedur yang sama. Pada saat saya kontrol terakhir, berdasarkan hasil USG dan usia kehamilan yang sudah 38 minggu, dokter menyarankan untuk rawat inap dan keesokan siangnya langsung operasi caesar," ungkap Desy.
Proses pemulihan pasca operasi pun berjalan lancar. Beberapa jam setelah operasi, Desy sudah diminta latihan bergerak oleh tim medis.
Hanya satu hari dirawat pasca operasi, ia diperbolehkan pulang dan melanjutkan pemulihan di rumah.
“Di rumah saya latihan berjalan dan bergerak secara bertahap. Alhamdulillah sekarang sudah pulih dan bisa beraktivitas lagi. Seminggu setelah operasi, saya diberikan jadwal kontrol, sekarang jahitannya sudah bagus dan anaknya juga sehat. Beratnya waktu lahir 2,5 kilogram, sekarang sudah 4 kilogram. Full ASI, belum pakai sufor sama sekali," ungkapnya.
Selain untuk persalinan, Desy juga memanfaatkan Program JKN untuk berobat keluarganya di fasilitas kesehatan tingkat pertama.
Selama menggunakan layanan tersebut, ia mengaku tidak menemukan kendala dalam pelayanan.
"Alhamdulillah keluarga saya belum pernah rawat inap, paling kalau sakit pusing atau diare berobat ke faskes pertama. Pelayanannya baik dan tidak ada kendala selama ini," ujarnya.
Ibunda Desy yang juga merupakan karyawan swasta turut merasakan manfaat Program JKN. Sang ibu rutin menjalani kontrol diabetes mellitus selama beberapa tahun terakhir.
"Ibu saya kontrol rutin satu kali sebulan. Pernah juga rawat inap waktu gula darahnya tinggi, tapi sekarang alhamdulillah sudah stabil. Kalau kontrol biasanya dikasih izin dari tempat kerjanya, satu sampai dua hari untuk istirahat," jelasnya.
Yang paling membuatnya lega, seluruh proses persalinan dan pengobatan baik dirinya dan keluarga selama ini tidak ditarik biaya tambahan apapun.
"Tidak dikenai biaya apapun, hanya rutin potong gaji setiap bulannya, itupun tidak banyak dan sudah menjamin satu keluarga. Waktu persalinan juga paling hanya beli gendongan bayi seratus ribu. Kalau ngeluarin uang besar tidak ada," ungkap Desy. (*)
Editor : Ali Mustofa