Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Daftar Program JKN Sejak 2014, Rika Buktikan Sendiri Manfaatnya untuk Keluarga

Ali Mustofa • 2026-03-30 11:20:35
Rika Wahyuni
Rika Wahyuni

KUDUS -Rika Wahyuni (31), warga Desa Tanjungrejo, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, telah menjadi peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) lebih dari sepuluh tahun.
Terdaftar sebagai segmen Pekerja Penerima Upah (PPU) melalui perusahaan rokok tempatnya bekerja, iuran JKN Rika dibayarkan secara otomatis setiap bulan, di mana perusahaan menanggung 4% dan karyawan hanya membayar 1% dari gaji.

"Saya terdaftar BPJS Kesehatan sudah lama sejak 2014, awalnya didaftarkan oleh perusahaan lama saya waktu masih kerja di swalayan. Waktu pindah kerja, BPJS Kesehatannya langsung dialihkan ke perusahaan baru, jadi tidak pernah terputus," ujar Rika.

Selama lebih dari satu dekade menjadi peserta JKN, Rika pernah dirawat inap ketika mengalami sakit lambung.

Gejala yang dirasakan cukup berat, mulai dari perut sakit, sesak napas, mual, hingga muntah, sehingga keluarga langsung membawanya ke rumah sakit yang jaraknya dekat dari rumah.

"Waktu itu saya sudah tidak kuat, langsung dibawa ke RS Nurussyifa. Alhamdulillah tidak menunggu lama untuk dapat kamar, selang beberapa jam di IGD langsung dipindah ke kamar rawat inap sesuai kelas saya, yaitu kelas 2. Saya dirawat sekitar 4 hari di sana dan tidak ada biaya tambahan sama sekali," ungkapnya.

Tidak hanya sekali, Rika juga pernah mengalami keluhan perut melilit dan begah yang tidak kunjung membaik meski sudah beberapa kali berobat ke dokter keluarga.

Akhirnya ia mendapatkan surat rujukan rawat jalan ke rumah sakit.

"Sudah dua sampai tiga kali ke dokter keluarga tapi tidak membaik, akhirnya dapat rujukan ke RS Mardi Rahayu. Alhamdulillah cukup berobat jalan sekali dan minum obat yang diberikan, gejalanya langsung hilang. Dokter juga berpesan kalau gejala masih ada, bisa balik kontrol lagi," jelasnya.

Manfaat Program JKN tidak hanya dirasakan Rika sendiri. Kedua orang tuanya juga terdaftar sebagai peserta mandiri.

Suatu ketika, iuran JKN ayahnya sempat menunggak karena terlupa dibayar hingga status kepesertaannya nonaktif.

Di saat yang bersamaan, sang ayah harus menjalani operasi batu empedu secara darurat di rumah sakit.

"Saya langsung ke kantor BPJS Kesehatan untuk mengurusnya. Ternyata cukup melunasi tunggakan, kepesertaan langsung aktif kembali. Waktu itu ada denda rawat inap sekitar 500 ribu karena menunggak, tapi selain itu tidak ada biaya tambahan apapun untuk operasinya," tutur Rika.

Sayangnya, beberapa saat setelah operasi dan menjalani kontrol rutin, sang ayah berpulang untuk selamanya. Rika kemudian mengurus akta kematian dan melaporkannya ke kantor BPJS Kesehatan untuk menonaktifkan kepesertaan ayahnya. Kini, peserta mandiri yang tersisa di keluarganya hanyalah sang ibu.

"Setelah bapak meninggal, kami langsung urus akta kematian lalu lapor ke kantor BPJS Kesehatan. Kepesertaannya langsung diputus, dan prosesnya juga tidak ribet," ujarnya.

Rika mengaku selama bertahun-tahun menggunakan layanan Program JKN, ia tidak pernah menemukan kendala.

Pelayanan di rumah sakit pun dinilainya tidak membeda-bedakan antara Peserta JKN maupun pasien umum.

"Katanya orang-orang di RS kalau berobat pakai JKN gini-gini, tapi alhamdulillah tidak ada berita negatif yang terbukti. Di rumah sakit juga pelayanannya bagus, tidak dibedakan peserta mandiri, pemerintah, maupun umum yang bayar sendiri," tegasnya.

Rika pun mengimbau masyarakat yang belum terdaftar untuk segera bergabung dalam Program JKN.

Saat ini ia juga berencana memanfaatkan fitur antrean online melalui Aplikasi Mobile JKN untuk keperluan pemeriksaan dan tambal gigi.

"Bagi masyarakat yang belum terdaftar Program JKN atau status kepesertaannya nonaktif, sebaiknya segera daftar dan diaktifkan kembali. Sangat menguntungkan, karena kalau sewaktu-waktu sakit tidak perlu bingung lagi. Program JKN juga mudah, tidak ribet cukup daftar online saja waktu berobat tidak perlu bawa berkas apapun lagi," tutup Rika. (*)

Editor : Ali Mustofa
#keluarga #operasi #bpjs kesehatan #Kudus #program jkn