KOTA — Program balik rantau gratis yang digelar Pemerintah Kabupaten Kudus tahun ini mengalami lonjakan signifikan.
Dari rencana awal hanya dua bus, jumlah armada bertambah menjadi enam bus berkat dukungan sejumlah perusahaan besar di Kudus.
Pantauan lokasi, enam bus sudah terparkir dan siap berangkat menuju Ibukota.
Peserta berbaris sesuai nomor bus dan foto bersama di Pendapa Kabupaten Kudus bersama Bupati dan jajaran Forkopimda.
Bupati melepas keberangkatan bus dengan mengibarkan bendera yang kemudian diikuti bus berjalan beriringan.
Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, menyampaikan rasa syukur atas peningkatan fasilitas tersebut.
Ia menyebut tambahan armada menjadi bukti kuat sinergi antara pemerintah daerah dan sektor swasta dalam membantu masyarakat, khususnya para perantau.
“Alhamdulillah hari ini kita berangkatkan saudara-saudara kita kembali ke rantau. Awalnya hanya dua bus, namun berkat dukungan dari beberapa perusahaan, kini menjadi enam bus,” ujar Sam’ani saat pelepasan peserta di halaman Pendapa Kabupaten Kudus, Sabtu (28/3).
Adapun enam armada tersebut merupakan bantuan dari tiga perusahaan, masing-masing dua bus dari PT Djarum, PT Nojorono, dan PT Pura Barutama.
Total sebanyak 300 peserta diberangkatkan menuju Jakarta, dengan tujuan akhir di Sekretariat Forum Komunikasi Masyarakat Kudus (FKMK) di Gedung Graha Turangga, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur.
Sam’ani menjelaskan, program ini menjadi bentuk kepedulian pemerintah pusat yang diimplementasikan melalui pemerintah daerah untuk memfasilitasi masyarakat kembali ke tempat kerja maupun melanjutkan pendidikan.
Menurutnya, momen arus balik seringkali menyulitkan karena jadwal keberangkatan yang berbeda-beda jika dilakukan secara mandiri.
“Biasanya untuk balik ke rantau itu sulit karena waktunya tidak bersamaan. Tapi dengan program ini, mereka bisa berangkat bersama dengan aman dan nyaman,” jelasnya.
Selain itu, Sam’ani juga menyampaikan pesan kepada masyarakat Kudus, khususnya yang belum memiliki pekerjaan.
Ia mendorong agar masyarakat memanfaatkan peluang usaha di daerah sendiri yang dinilai masih terbuka lebar.
“Kudus ini masih banyak peluang yang bisa digarap. Tidak harus merantau, menjadi pengusaha di daerah sendiri juga sangat memungkinkan,” pesannya.
Kepala Dinas Perhubungan Kudus, Mundir, menambahkan bahwa program balik rantau gratis tahun 2026 ini dirancang untuk membantu meringankan beban biaya transportasi masyarakat.
Terlebih, harga tiket menuju Jakarta pada masa arus balik mengalami kenaikan signifikan.
Salah satu peserta, Kana Nilna, mengaku sangat terbantu dengan adanya program ini.
Ia menyebut harga tiket saat ini mrlonjak, sehingga keberangkatan gratis menjadi solusi yang meringankan.
“Alhamdulillah sangat membantu, apalagi saya juga kemarin ikut program mudik gratis. Jadi ini sangat terasa manfaatnya,” ujarnya.
Kana yang merupakan mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir itu berharap ke depan jumlah armada dapat ditambah, mengingat banyaknya warga Kudus yang merantau di ibu kota.
Program ini juga dinilai mudah diakses.
Peserta hanya perlu melengkapi persyaratan berupa KTP dan Kartu Keluarga, lalu mengirimkan data ke kontak panitia.
Selain gratis, peserta juga mendapatkan fasilitas konsumsi seperti snack dan makan selama perjalanan. (dik)
Editor : Andika Trisna Saputra