Arif menuturkan, dirinya menerima telepon dari Ladu Desa Klumpit, Supa’at, pada Jumat (27/3) sekitar pukul 13.19.
Mendapat kabar tersebut, ia langsung menuju lokasi penemuan anak yang pertama kali diketahui oleh Ketua RT 04/RW 03 Desa Klumpit, Nyayuk.
“Sepulang salat Jumat, anak itu terlihat di depan rumah warga. Awalnya dikira hanya bermain seperti biasa. Namun kemudian ia berjalan menuju lampu merah di Desa Klumpit, padahal di lokasi itu tidak ada anak tunawisma,” ungkap Arif.
Warga kemudian membawa Barra ke rumah Ketua RT Yayuk.
Tak lama berselang, Arif datang ke lokasi setelah menerima informasi, sementara warga sudah berkumpul untuk membantu.
Agar anak tersebut tidak panik, beberapa anak sekitar diajak bermain bersamanya.
Di saat bersamaan, Arif menyebarkan informasi melalui sejumlah grup WhatsApp.
Ia juga berkoordinasi dengan BPBD Kudus yang kemudian meneruskan informasi ke BPBD Demak, karena Barra mengaku berasal dari wilayah tersebut.
Setelah menunggu sekitar satu hingga satu setengah jam tanpa hasil, Arif bersama Ketua RT, perangkat desa, pemuda, dan tokoh masyarakat berinisiatif mengantar Barra pulang.
Anak itu dibonceng menggunakan motor dinas Babinsa dan diminta menunjukkan arah menuju rumahnya.
“Di setiap persimpangan kami mengikuti petunjuknya. Kalau dia bilang lurus, kami lurus. Kalau belok, kami belok,” jelas Arif.
Di tengah perjalanan, rombongan sempat bertanya kepada warga sekitar sebuah warung, namun awalnya tidak ada yang mengenali.
Beruntung, seorang pedagang akhirnya mengenali Barra sebagai putra Fahrul Rizal (33), warga Dukuh Kauman RT 03/RW 07 Desa Getasrabi, Gebog.
Jarak antara lokasi penemuan hingga rumah Barra sekitar 5 kilometer. Anak tersebut berhasil diantar pulang pada pukul 15.10 di hari yang sama.
Dari hasil perbincangan, diketahui Barra pergi dari rumah karena tersinggung ucapan kakaknya yang sedang bermain dan mengatakan “minggat”.
Mendengar itu, ia pergi meninggalkan rumah. Sementara orang tuanya telah mencari ke beberapa tempat sebelum akhirnya mendapat kabar dari Babinsa.
Orang tua Barra menyampaikan terima kasih atas kepedulian Pelda Arif.
“Saya sangat berterima kasih kepada Pak Babinsa Desa Klumpit. Ke depan kami akan lebih berhati-hati,” ujarnya.
Pelda Arif pun berpesan kepada keluarga agar saling menjaga ucapan dan mempererat perhatian antar saudara agar kejadian serupa tidak terulang. (zen)