Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Atap Aula Kantor Kelurahan Mlatinorowito Ambruk, Ini Penyebabnya!

Andika Trisna Saputra • Jumat, 27 Maret 2026 | 15:50 WIB
ROBOH: Kantor Kelurahan Mlatinorowito, Kecamatan Kota mengalami insiden roboh di bagian atapnya, Jumat (27/3). (ANDIKA TRISNA SAPUTRA/RADAR KUDUS)
ROBOH: Kantor Kelurahan Mlatinorowito, Kecamatan Kota mengalami insiden roboh di bagian atapnya, Jumat (27/3). (ANDIKA TRISNA SAPUTRA/RADAR KUDUS)
KOTA - Cuaca ekstrem yang melanda Kabupaten Kudus berdampak pada robohnya atap aula Kantor Kelurahan Mlatinorowito, Kecamatan Kota, Jumat (27/3) dini hari.
Insiden yang terjadi sekitar pukul 04.00 WIB itu dipicu hujan deras disertai angin kencang yang berlangsung sejak malam sebelumnya.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Namun, kerusakan material cukup signifikan lantaran hampir seluruh bagian atap runtuh dan menimpa isi ruangan aula.
Lurah Mlatinorowito, Ainnur, mengatakan bahwa peristiwa terjadi saat intensitas hujan mencapai puncaknya pada dini hari.
Informasi awal diterima dari petugas yang mengetahui langsung kejadian tersebut.
“Atap roboh saat hujan deras sekitar pukul 04.00 WIB,” ujarnya.
Ia menjelaskan, bangunan aula tersebut merupakan konstruksi lama yang sudah berdiri sejak tahun 1990-an.
Meski demikian, bagian atapnya sempat diperbaiki pada tahun 2022 dengan anggaran mendekati Rp 200 juta.
Menurutnya, robohnya atap tersebut cukup mengejutkan mengingat perbaikan belum terlalu lama dilakukan.
Pihak kelurahan pun langsung bergerak cepat melakukan penanganan awal di lokasi.
Akses menuju aula kini ditutup sementara untuk menghindari risiko lanjutan.
Area sekitar juga dipasangi pembatas karena masih terdapat sisa material atap yang berserakan.
Sebagai langkah lanjutan, pemerintah kelurahan telah melaporkan kejadian itu ke pihak kecamatan dan Inspektorat.
Proses audit pun sudah dilakukan guna menelusuri penyebab ambruknya struktur atap tersebut.
“Kami sudah laporkan dan saat ini masih menunggu hasil audit dari inspektorat,” jelasnya.
Sementara itu, Kasi Kedaruratan BPBD Kudus, Ahmad Munaji, menyebut cuaca ekstrem tidak hanya berdampak di satu lokasi.
Sejumlah kejadian lain seperti pohon tumbang juga dilaporkan terjadi di beberapa titik.
“Selain di Kecamatan Kota, di wilayah Pladen, Jekulo juga ada tanggul jebol,” katanya.
BPBD Kudus mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi.
Pasalnya, kondisi cuaca ekstrem diperkirakan masih akan berlangsung hingga pertengahan April 2026 seiring masa peralihan musim.
“Kami minta masyarakat berhati-hati karena ancaman masih ada selama periode pancaroba,” tandasnya. (dik)
Editor : Andika Trisna Saputra
#hujan deras #atap rumah ambrol #cuaca ekstrem #roboh #bencana #Kudus