KUDUS - Kejadian ambulans pengantar pasien ditarik biaya parkir Rp80 ribu di RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus viral di media sosial pada 26 Maret 2026. Curhatan sopir ambulans layanan Desa Colo di Facebook Info Kudus picu kemarahan netizen, tapi rumah sakit segera klarifikasi sebagai miskomunikasi sistem.
Baca Juga: Prosesi Khidmat, Jenazah Michael Bambang Hartono Dilepas dari GOR Djarum Jati Kudus ke Rembang
Insiden bermula saat sopir ambulans keluar area parkir pagi itu dan serahkan struk parkir yang ternyata tersimpan 3-4 hari.
Sistem scan otomatis tampilkan estimasi Rp80.000 akibat akumulasi durasi parkir lama, padahal ambulans seharusnya bebas biaya sesuai kebijakan RSUD.
Kepala Humas RSUD, Mufid, tegaskan nominal itu bukan tagihan wajib dibayar, melainkan hanya tampilan sistem yang salah paham antara sopir dan petugas parkir.
Klarifikasi RSUD Kudus langsung rilis via medsos, konfirmasi ambulans pengantar pasien dikecualikan dari tarif parkir.
"Kendaraan ambulans termasuk yang dibebaskan dari bea parkir," tegas Mufid, seraya minta maaf atas ketidaknyamanan.
Postingan viral di Facebook sebut "Ambulance layanan Desa Colo ditarik 80 ribu pagi ini," langsung ramai komentar warganet tuntut transparansi.
Kasus ini mirip insiden RSUD Sleman Januari 2026, di mana relawan SAR nyaris demo karena tarif parkir ambulans di basement area bisnis ketiga.
Baca Juga: Ahmad Luthfi Kenang Sosok Sederhana di Balik Besarnya Nama Michael Bambang Hartono
RSUD Sleman cabut kebijakan dan gratiskan setelah publik protes keras. Di Kudus, masalah parkir RSUD memang sering dikeluhkan karena area padat, rencana bangun parkir bertingkat 2025 belum terealisasi sepenuhnya.
Beberapa sebut kejadian Insiden ambulans Rp80 ribu jadi pelajaran berharga soal komunikasi dan kebijakan parkir di fasilitas kesehatan.
RSUD Kudus patut perketat pelatihan petugas agar kasus salah paham tak terulang, terutama untuk pelayanan darurat.
Semoga klarifikasi ini pulihkan kepercayaan masyarakat Kudus terhadap rumah sakit dr. Loekmono Hadi. (An)
Editor : Anita Fitriani