KUDUS – Michael Bambang Hartono dikenal sebagai salah satu tokoh bisnis paling berpengaruh di Indonesia.
Bersama sang adik, Robert Budi Hartono, ia membesarkan Grup Djarum hingga menjadi perusahaan besar yang memiliki jaringan usaha luas.
Lahir di Kudus pada 2 Oktober 1939, Michael merupakan putra dari Oei Wie Gwan, perintis industri rokok kretek Djarum sejak 1951.
Setelah sang ayah wafat pada 1963, tongkat estafet bisnis keluarga dilanjutkan oleh Michael bersama adiknya.
Dari sanalah perjalanan panjang membangun imperium usaha dimulai, meski sempat dihadapkan pada berbagai tantangan, termasuk kebakaran pabrik yang menimbulkan kerugian besar.
Sebelum terjun penuh ke dunia usaha, Michael menempuh pendidikan tinggi di Universitas Diponegoro, Fakultas Ekonomi dan Bisnis.
Pendidikan tersebut menjadi salah satu fondasi penting dalam membentuk pola pikir dan strategi bisnisnya.
Bahkan, ia tetap menjaga hubungan dengan almamaternya, termasuk saat memberikan orasi ilmiah yang menekankan pentingnya kualitas pendidikan dalam menghadapi tantangan globalisasi dan Revolusi Industri 4.0.
Selain sukses di dunia bisnis, Michael Bambang Hartono juga dikenal aktif dalam kegiatan sosial melalui Djarum Foundation.
Berbagai program dijalankan di bidang pendidikan, olahraga, lingkungan, dan budaya, termasuk pemberian beasiswa bagi anak-anak karyawan hingga jenjang perguruan tinggi.
Dalam catatan Forbes, Michael Bambang Hartono pernah menempati posisi orang terkaya di Indonesia pada 2011.
Hingga 2026, namanya masih tercatat dalam jajaran orang terkaya dunia.
Sebagian besar kekayaannya berasal dari bisnis rokok Djarum serta investasi strategis di Bank Central Asia (BCA), yang berkembang pesat sejak momentum krisis ekonomi Asia 1997–1998.
Tak hanya di sektor industri dan keuangan, ekspansi bisnis keluarga Hartono juga merambah dunia digital melalui perusahaan e-commerce Blibli serta berbagai sektor lain, termasuk elektronik melalui Polytron dan pengembangan kendaraan listrik.
Di luar aktivitas bisnis, Michael juga dikenal sebagai pecinta olahraga.
Ia aktif di cabang bridge dan bahkan mewakili Indonesia dalam Asian Games 2018, di mana ia berhasil meraih medali perunggu serta menjadi salah satu atlet tertua dalam ajang tersebut.
Selain itu, kontribusinya dalam pembinaan olahraga bulu tangkis melalui PB Djarum turut melahirkan banyak atlet berprestasi tingkat nasional dan internasional.
Namun, perjalanan panjang tersebut berakhir pada Kamis, 19 Maret 2026. Michael Bambang Hartono mengembuskan napas terakhir di Singapura pada usia 86 tahun.
Kepergiannya menjadi kehilangan besar bagi dunia usaha nasional.
Sosoknya dikenang sebagai pengusaha yang mampu membawa bisnis keluarga berkembang dari industri tradisional hingga merambah berbagai sektor modern, sekaligus meninggalkan warisan nilai, dedikasi, dan inspirasi bagi generasi berikutnya.