Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, turut hadir secara langsung di GOR Jati Kudus pada Minggu (22/3).
Yaitu untuk memberikan penghormatan terakhir sekaligus menyampaikan belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan.
Kehadiran orang nomor satu di Kudus tersebut mencerminkan rasa kehilangan yang dirasakan masyarakat luas.
Almarhum dikenal sebagai sosok yang memiliki kontribusi besar terhadap kemajuan daerah, khususnya melalui peran PT Djarum dalam berbagai sektor.
Dalam kesempatan itu, Sam’ani menyempatkan diri menyapa keluarga serta karyawan yang telah lebih dahulu berada di lokasi.
Ia pun menyampaikan duka cita mendalam sekaligus apresiasi atas kiprah PT Djarum yang dinilai telah banyak mendukung pembangunan daerah.
Menurutnya, kontribusi perusahaan tidak hanya terasa dalam bidang ekonomi, tetapi juga sosial dan kegiatan kemasyarakatan.
“Kontribusi yang telah diberikan sangat besar. Kami berharap dedikasi almarhum bisa menjadi inspirasi dan meninggalkan jejak kebaikan bagi masyarakat Kudus,” ujarnya.
Suasana haru juga terasa saat jenazah tiba di GOR Jati Kudus pada pukul 20.16 WIB, setelah diberangkatkan dari Jakarta sejak pukul 10.00 WIB melalui jalur darat.
Kedatangan rombongan disambut ratusan karyawan dan keluarga yang telah menunggu sejak sore hari.
Kepergian Michael Bambang Hartono menjadi kehilangan besar bagi dunia industri nasional.
Selama hidupnya, ia dikenal sebagai tokoh penting dalam membesarkan PT Djarum sekaligus aktif dalam berbagai kegiatan sosial.
Ungkapan duka juga datang dari berbagai pihak yang mengenal sosok almarhum.
“Beliau sosok yang low profile, tenang, namun berpengaruh besar tanpa banyak tampil di permukaan,” ujar Yuni Kartika, legenda PB Djarum.
Seorang karyawan, Zulfan (36), turut menyampaikan rasa kehilangan.
“Kami sangat berduka. Beliau sosok yang baik dan berjasa besar, bukan hanya bagi perusahaan, tetapi juga masyarakat Indonesia,” katanya.
Hal senada diungkapkan Harti (44), yang telah bekerja selama 25 tahun di Djarum.
“Kami semua merasa kehilangan. Semoga perusahaan tetap jaya dan karyawan terus bisa berkembang,” ucapnya.
Sementara itu, General Manager Community Development PT Djarum, Achmad Budiharto, mengenang almarhum sebagai pribadi yang sederhana dan menjunjung tinggi nilai kejujuran.
“Beliau sangat humble, menjunjung komitmen dan integritas,” ungkapnya.
Dari sisi internal, apresiasi juga datang dari berbagai elemen pekerja.
Umul, kader stunting di SKT Blolo PT Djarum Kudus, menilai kepemimpinan almarhum telah membawa perusahaan menjadi besar dan profesional serta membuka peluang luas bagi siapa pun untuk berkembang.
Senada, Ketua PUK SPSI RTMM PT Djarum Kudus, Ali Muslikin, menyebut Djarum sebagai keluarga besar yang peduli terhadap kesejahteraan karyawan.
“Perhatian terhadap karyawan sangat terasa, termasuk program beasiswa hingga perguruan tinggi bagi anak-anak karyawan,” tuturnya. (dik)
Editor : Ali Mustofa