KUDUS — Sebuah gerai makanan cepat saji Burger Bangor di kawasan Simpang 7, Kabupaten Kudus, ambruk secara tiba-tiba pada Minggu (22/3) sekitar pukul 07.30 WIB.
Meski bangunan mengalami kerusakan cukup parah, beruntung tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.
Peristiwa terjadi saat kondisi gerai relatif sepi.
Padahal, sekitar satu jam sebelumnya, tempat tersebut masih dipadati pembeli yang menikmati layanan sarapan pagi.
Runtuhnya bangunan yang mendadak sempat mengejutkan warga sekitar.
Salah satu karyawan, Ahmad Anwar (21), mengaku tidak melihat tanda-tanda bangunan akan roboh sebelumnya.
Ia bahkan sempat berada di lokasi saat kejadian berlangsung.
“Tiba-tiba ada suara ‘kretek’, lalu langsung ambruk. Sebelumnya tidak ada tanda-tanda apa pun,” ujarnya.
Ahmad menjelaskan, saat dirinya berada di bagian belakang gerai usai menyelesaikan shift malam dan hendak beristirahat.
Beruntung, area depan dalam kondisi kosong sehingga tidak ada pengunjung yang tertimpa reruntuhan.
“Sekitar jam 06.00 WIB masih ramai sekali. Tapi pas kejadian sudah sepi. Di depan hanya ada dua motor karyawan dan satu milik tukang kebersihan,” jelasnya.
Akibat kejadian tersebut, beberapa kendaraan yang terparkir di sekitar lokasi mengalami kerusakan ringan.
Kondisi bangunan sendiri tampak rusak parah, terutama pada bagian atap yang ambruk.
Ahmad menambahkan, gerai tersebut telah berdiri sejak tahun 2022, sementara dirinya sudah bekerja di lokasi itu sekitar satu setengah tahun terakhir.
Pihaknya juga telah melaporkan kejadian ini kepada manajemen.
Sementara itu, Kepala Pos Terpadu Simpang 7, Iptu Zubaidi, yang datang langsung ke lokasi memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.
“Saat kejadian pukul 07.30 WIB, gerai memang dalam kondisi sepi. Hanya ada kendaraan milik karyawan dan petugas kebersihan di sekitar lokasi,” ungkapnya.
Pihak kepolisian menduga penyebab robohnya bangunan berasal dari faktor usia dan kekuatan struktur yang sudah menurun.
Hal ini diperkuat dengan kondisi cuaca saat kejadian yang terpantau cerah tanpa hujan maupun angin kencang.
“Kemungkinan karena struktur bangunan yang sudah tua. Tidak ada faktor cuaca ekstrem saat kejadian,” tambahnya. (dik)
Editor : Andika Trisna Saputra