KUDUS – Pemerintah Kabupaten Kudus meresmikan jembatan di Dukuh Lundrak, Desa Menawan, Kecamatan Gebog, Senin (16/3).
Jembatan yang menghubungkan Dukuh Lundrak dengan Dukuh Kambangan itu kembali bisa dilalui warga setelah sebelumnya rusak akibat tergerus arus sungai.
Peresmian dilakukan langsung oleh Bupati Kudus Sam’ani Intakoris bersama jajaran pemerintah daerah.
Prosesi ditandai dengan pemotongan pita serta pemecahan kendi berisi air dan bunga di ujung jembatan. Setelah itu, bupati dan rombongan juga menuangkan air dari kendi lainnya ke sungai sebagai simbol selesainya perbaikan.
Pantauan di lokasi, kondisi jembatan terlihat sudah rapi dengan lapisan aspal yang masih baru.
Cat pembatas jembatan juga tampak masih segar. Usai peresmian, sejumlah warga langsung melintas menggunakan sepeda motor untuk menguji kembali fungsi jembatan tersebut.
Sebelumnya, jembatan itu mengalami kerusakan berat pada 12 Januari 2026. Pilar bagian timur tergerus derasnya arus sungai hingga menyebabkan struktur jembatan ambrol sekitar 60 persen.
Akibat kerusakan tersebut, akses warga sempat terputus dan menyulitkan mobilitas masyarakat, terutama warga RW 4 Desa Menawan.
Untuk menjaga aktivitas tetap berjalan, warga bersama aparat keamanan setempat sempat membuat jembatan darurat dari bambu secara swadaya.
Jembatan sederhana tersebut digunakan sementara waktu oleh warga untuk beraktivitas sehari-hari.
Bupati Kudus Sam’ani Intakoris mengatakan, jembatan tersebut memiliki peran vital karena menjadi penghubung utama antara Dukuh Lundrak dan Dukuh Kambangan.
Selain sebagai akses sosial dan ekonomi, jembatan tersebut juga menjadi jalur penting bagi anak-anak menuju sekolah.
“Hari ini kita resmikan jembatan yang sebelumnya tergerus banjir bandang hingga mengalami kerusakan sekitar 60 persen. Berkat kerja sama banyak pihak, mulai dari TNI, Polri, pemerintah desa, hingga Dinas PUPR, perbaikannya bisa selesai hanya dalam dua pekan,” ujarnya.
Sam’ani menjelaskan, perbaikan jembatan dilakukan secara cepat agar masyarakat bisa kembali beraktivitas, terlebih menjelang Idulfitri.
Menurutnya, percepatan tersebut juga sejalan dengan instruksi pemerintah pusat agar akses pendidikan, khususnya bagi anak-anak sekolah, tetap terjamin.
Meski sudah bisa digunakan, ia mengakui kualitas konstruksi saat ini baru mencapai sekitar 80 persen.
Masih terdapat kemungkinan lendutan kecil pada jembatan, terutama saat terjadi hujan atau debit air meningkat. Namun kondisi tersebut masih dalam batas toleransi dan akan disempurnakan pada tahap berikutnya.
“Kualitasnya sudah sekitar 80 persen. Kalau nanti ada lendutan sekitar 0,25 persen masih dalam batas toleransi. Nanti akan kita sempurnakan lagi, termasuk pengaspalan dan penguatan konstruksi,” jelasnya.
Ia menegaskan perbaikan jembatan tersebut bukan semata dilakukan karena mendekati Lebaran, melainkan sebagai bentuk respons cepat pemerintah terhadap kerusakan infrastruktur yang mengganggu aktivitas masyarakat.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kudus, Harry Wibowo, menjelaskan bahwa proses perbaikan dilakukan dengan metode penguatan struktur menggunakan selimut beton dan susunan batu untuk meningkatkan ketahanan konstruksi.
Menurutnya, anggaran yang digunakan untuk penanganan tersebut berasal dari dana pemeliharaan rutin pemerintah daerah dengan nilai sekitar Rp 200 juta hingga Rp 300 juta.
Pihaknya berharap akses transportasi warga kembali lancar sehingga aktivitas sosial, ekonomi, maupun pendidikan masyarakat di Desa Menawan dapat berjalan normal kembali. (dik)
Editor : Admin