KUDUS- Menteri Perdagangan Budi Santoso diminta untuk gerak cepat memaksimalkan Sumbedaya Manusia (SDM) siswa vokasi. Kemendag didorong untuk melakukan upaya expor jasa ekonomi kreatif ke luar negeri.
Hal ini disampaikan oleh Program Manajer Bakti Pendidikan Djarum Foundation, Galuh Paskamagma saat Mendag melakukan kunjungan ke SMK Raden Umar Said (RUS).
Mendag mengunjungi beberapa sekolah vokasi di Kabupaten Kudus. Mulai dari RUS, SMK NU Banat Kudus, dan SMK Wisuda Karya.
Di SMK RUS Mendag melihat pembuatan animasi, sementara di SMK NU Banat Kudus dia melihat proses pembuatan busana. Untuk di SMK Wisuda Karya Mendag menyaksikan sekolah perkapalan.
Mendag Budi Santoso menyampaikan, tiga-tiganya sekolah vokasi di bawah Bakti Pendidik Djarum Foundation tersebut dipastikan sudah siap mencetak tenaga kerja yang terampil.
Dia menambahkan, pemerintah berkomitmen mencarikan pasar ke luar negeri untuk lulusan vokasi. Dengan beberapa catatan, lulusan merupakan pekerja yang terampil.
”Tugas pemerintah fokus mencari pasar, di animasi (Tata busana dan pelayaran) bagaimana mencarikan pasar produk jasa tersebut,” katanya.
Budi menambahkan, pihaknya juga telah menjalin kerja sama dengan lembaga Indonesia Trade Promotion Center. Di mana ada 46 perwakilan negara di dalamnya.
Pemerintah, kata Budi memang memetakan dua hal dalam ekspor. Aktifitas yang paling tinggi merupakan ekspor barang ke luar negeri.
”Kami akan meningkatkan ekspor jasa dan mengarah ke skala besar. Kami akan mencarikan pasar tenaga kerja yang terampil,” jelasnya.
Lebih lanjut, Budi mengapresiasi gerakan Djarum Bakti Pendidikan yang dibangun selama ini. Sekolah vokasi binaannya dinyatakan siap bersaing untuk bursa lapangan kerja.
Program Manajer Bakti Pendidikan Djarum Foundation, Galuh Paskamagma menyampaikan, Keinginan pihak manajemen adalah sederhana, yaitu memeberikan program pembelajaran di SMK yang sesuai dengan standar industri.
Selain itu, sekolah memberikan kurikulum pembelajaran yang siap bersaing dengan global.
”Kami ingin mencarikan pasar dan masih ada kendala. Kami butuh bantuan Mendag (Pemerintah) untuk memperluas jaringan dan mendistribusikan karya (Membutuhkan link),” katanya.
Galuh menambahkan, anak-anak vokasi telah didik secara profesional. Mereka sudah terbiasa bekerja mengejar deadline dan masih aktif sekolah.
Dia yakin atas upaya Mendag untuk membuatkan jalan dan menyalurkan jasa ekspor ke industri kreatif. Pintu ekspor akan terbuka lebar. (gal)
Editor : Mahendra Aditya