KUDUS — Masih banyak ibu hamil yang belum memahami pentingnya persiapan kehamilan secara matang serta pengelolaan kesehatan selama masa kehamilan.
Kondisi tersebut kerap memicu kecemasan bagi calon ibu dan berpotensi memengaruhi kesehatan ibu maupun bayi yang dikandung.
Berangkat dari latar belakang tersebut, RSI Sunan Kudus meluncurkan layanan Materna (Manajemen Terpadu Kehamilan Aman dan Anak Sehat) pada Sabtu (7/3).
Program ini dihadirkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi ibu hamil dan bayi sejak masa kehamilan hingga pasca persalinan.
Layanan Materna dirancang sebagai sistem pendampingan terpadu yang menghubungkan berbagai layanan kesehatan ibu dan anak dalam satu manajemen.
Melalui program tersebut, rumah sakit ingin memastikan kehamilan berjalan sehat sehingga bayi yang dilahirkan dapat tumbuh dan berkembang secara optimal.
Direktur RSI Sunan Kudus dr. Ahmad Syaifuddin mengatakan program ini berangkat dari kebutuhan akan pendampingan kehamilan yang lebih terencana.
Menurutnya, kehamilan tidak hanya sekadar proses biologis, tetapi perlu dipersiapkan dan dikelola secara baik sejak awal.
“Kehamilan harus dipersiapkan dengan baik. Selama kehamilan seorang ibu juga harus mendapatkan perawatan dengan manajemen terpadu agar kehamilannya sehat. Jika kehamilan sehat, maka bayi yang dilahirkan juga sehat dan bisa tumbuh kembang secara optimal,” ujarnya.
Ia menjelaskan, melalui layanan Materna, ibu hamil akan mendapatkan pendampingan sejak awal kehamilan hingga setelah melahirkan.
Pendampingan ini melibatkan tim medis lengkap mulai dari dokter umum, dokter spesialis kandungan, dokter anestesi, dokter anak, bidan, hingga perawat.
Selain pelayanan medis, program ini juga menyediakan berbagai kelas edukasi bagi ibu hamil.
Kelas tersebut meliputi yoga kehamilan, senam ibu hamil, edukasi gizi, serta manajemen kesehatan selama masa kehamilan yang dilaksanakan secara rutin setiap bulan.
Menurutnya, edukasi tersebut penting agar ibu memahami proses kehamilan secara menyeluruh.
Dengan pengetahuan yang cukup, ibu dapat menjalani kehamilan dengan lebih tenang sekaligus mempersiapkan persalinan secara optimal.
Salah satu fokus layanan Materna adalah mengurangi risiko dampak pada ibu ketika persalinan harus dilakukan melalui operasi sesar.
RSI Sunan Kudus menerapkan konsep painles surgery atau operasi minim rasa nyeri agar ibu tetap nyaman setelah tindakan.
“Kami ingin memastikan meskipun harus menjalani operasi sesar, ibu tetap bisa melakukan inisiasi menyusui dini. Jika setelah operasi ibu masih merasakan nyeri, biasanya sulit untuk langsung menyusui bayinya,” jelasnya.
Ia menambahkan, dengan metode tersebut ibu bahkan dapat mulai bergerak dalam waktu dua hingga enam jam setelah operasi.
Kondisi ini diharapkan membantu mempercepat proses pemulihan serta mendukung pemberian ASI eksklusif sejak awal kelahiran.
Ia berharap, layanan Materna dapat membantu meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak sekaligus mendukung upaya pencegahan stunting.
Pendampingan kehamilan yang terencana diyakini menjadi langkah awal dalam menciptakan generasi yang sehat dan unggul. (dik)
Editor : Mahendra Aditya