KUDUS — Menjelang Idul Fitri, Dinas Perhubungan Kudus menyiapkan berbagai fasilitas keselamatan lalu lintas, termasuk pemasangan rambu penunjuk arah menuju masjid dan tempat ibadah di sejumlah ruas jalan strategis.
Langkah tersebut dilakukan untuk memudahkan masyarakat, terutama pendatang dan pemudik, dalam menemukan lokasi masjid atau tempat ibadah saat beraktivitas di wilayah Kabupaten Kudus.
Kepala Dishub Kudus Mundir melalui Kepala Seksi Sarana dan Prasarana serta Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ), Muchlisin, menjelaskan pemasangan rambu dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan kebutuhan di lapangan.
“Kami memprioritaskan titik-titik jalan yang sering dilalui masyarakat dan memiliki akses menuju masjid atau tempat ibadah, tetapi belum memiliki penunjuk arah yang jelas,” ujar Muchlisin, belum lama ini.
Ia menjelaskan, seluruh rambu dipasang dengan mempertimbangkan standar keselamatan lalu lintas.
Penempatan rambu diatur agar mudah terlihat oleh pengendara sekaligus tidak mengganggu kelancaran arus kendaraan.
“Pemasangan rambu ini kami sesuaikan dengan ketentuan keselamatan, supaya tetap fungsional dan tidak membahayakan pengguna jalan,” katanya.
Selain penambahan rambu penunjuk arah, Dishub Kudus juga melakukan pembenahan fasilitas keselamatan jalan lainnya.
Salah satunya adalah rencana penggantian cermin cekung yang rusak di sejumlah titik.
Muchlisin menyebutkan terdapat 48 titik cermin cekung yang saat ini mengalami kerusakan dan direncanakan akan diganti pada tahun ini guna meningkatkan visibilitas pengendara di persimpangan atau tikungan jalan.
“Penggantian cermin cekung masih dalam tahap perencanaan. Tahun ini kami targetkan seluruh titik yang rusak bisa diganti agar visibilitas pengendara lebih aman,” jelasnya.
Dishub Kudus juga menambah fasilitas keselamatan berupa headrail atau pembatas pengaman jalan, terutama di jalur rawan kecelakaan dan kawasan wisata.
Salah satu wilayah yang menjadi perhatian adalah kawasan wisata Rahtawu yang memiliki kondisi jalan menanjak dan berkelok.
Pada tahun 2025, pemasangan headrail di kawasan tersebut telah mencapai sepanjang 250 meter.
“Untuk tahun 2026 direncanakan penambahan headrail hingga 400 meter lagi,” ungkap Muchlisin.
Ia menambahkan, selain fasilitas tersebut pihaknya juga akan menambah sekitar 50 unit rambu lalu lintas skala kecil.
Rambu tersebut termasuk penunjuk arah menuju masjid dan tempat ibadah yang tersebar di beberapa titik strategis.
Menurutnya, langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat sekaligus memastikan kelancaran lalu lintas.
Terutama pada periode meningkatnya mobilitas masyarakat saat Ramadan dan Lebaran.
“Penambahan rambu skala kecil ini menjadi bagian dari upaya kami meningkatkan pelayanan kepada masyarakat sekaligus mendukung kelancaran dan keselamatan lalu lintas,” katanya. (dik)
Editor : Mahendra Aditya