KUDUS – Tradisi Dandangan kembali digelar untuk menyambut datangnya bulan suci Ramadan.
Wakil Bupati Kudus Bellinda Putri Sabrina Birton secara resmi membuka kegiatan tahunan tersebut dengan melakukan pemukulan bedug secara simbolis di kawasan Alun-alun Simpang Tujuh, Senin (9/2/2026).
Tradisi warisan Sunan Kudus ini disambut antusias masyarakat. Lebih dari seribu pedagang turut meramaikan Dandangan tahun ini.
Baca Juga: Peringati HPN 2026, Jawa Pos Radar Kudus Teguhkan Komitmen Jurnalisme Akurat
Sebanyak 527 stan berjajar di sepanjang Jalan Sunan Kudus, sementara sisanya diisi oleh pedagang kaki lima (PKL) yang tersebar di sekitar lokasi kegiatan.
Wabup Bellinda menyampaikan bahwa Dandangan bukan sekadar perayaan menyambut Ramadan, tetapi juga merupakan tradisi turun-temurun yang memiliki nilai budaya tinggi dan terus dilestarikan hingga kini.
Selain itu, kegiatan ini juga berperan besar dalam menggerakkan perekonomian masyarakat Kudus.
“Dandangan mampu mendorong aktivitas ekonomi lokal sekaligus memperkuat perekonomian daerah. Ini juga menjadi bentuk kehadiran pemerintah dalam mendukung ekonomi rakyat,” ujar Bellinda.
Menurutnya, Tradisi Dandangan selaras dengan visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Kudus, yakni Kudus Sehat, Harmoni, dan Taqwa.
Kegiatan ini dinilai menjadi salah satu penggerak utama ekonomi sekaligus sarana pelestarian budaya yang berjalan secara harmonis.
Baca Juga: Dedikasi Menjaga Marwah Pers, Dua Wartawan Jawa Pos Radar Kudus Terima Penghargaan
Bellinda juga mengimbau masyarakat untuk menjaga ketertiban dan kebersihan selama acara berlangsung.
Pemerintah daerah, kata dia, telah menyediakan tempat sampah di 20 titik guna menjaga lingkungan tetap bersih.
“Kami berharap kegiatan ini dapat berjalan lancar dan tertib,” tegasnya.
Sementara itu, Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Perdagangan Kudus, Eko Hari Djatmiko, menjelaskan bahwa Tradisi Dandangan akan berlangsung selama sepuluh hari ke depan, yakni hingga 18 Januari 2026.
Pesertanya berasal dari pelaku UMKM dan PKL, baik dari Kudus maupun luar daerah.
Beragam produk ditawarkan, mulai dari kuliner, fesyen, hingga aksesori.
Dinas Perdagangan menargetkan perputaran uang selama pelaksanaan Dandangan tahun ini dapat menembus angka Rp 17 miliar.
“Pada tahun 2025, perputaran uang selama sepuluh hari mencapai Rp 16,5 miliar. Tahun ini, melihat antusiasme masyarakat sejak dua hari pertama, kami optimistis target Rp 17 miliar bisa tercapai,” jelasnya.
Untuk memantau capaian tersebut, Dinas Perdagangan membentuk tim khusus yang bertugas memantau perputaran uang di tiap pedagang serta jumlah pengunjung yang datang.
Pemantauan akan dilakukan sebanyak tiga kali selama pelaksanaan Dandangan.
“Saya bahkan optimistis perputaran uang bisa melampaui target yang telah ditetapkan,” pungkasnya. (san)