KUDUS – Menjelang peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026, keluarga besar Jawa Pos Radar Kudus menggelar perayaan sederhana namun penuh makna.
Momentum tersebut dirayakan dengan pemotongan kue tart bertuliskan “HPN Radar Kudus” sebagai simbol kebersamaan dan rasa syukur insan pers.
Acara itu diikuti oleh General Manager Jawa Pos Radar Kudus Zainal Abidin, Manajer Iklan Ugik WP, Manajer Keuangan Etty Muyassaroh, serta Pemimpin Redaksi Radar Kudus M. Ulin Nuha.
Baca Juga: Dedikasi Menjaga Marwah Pers, Empat Wartawan Terima Penghargaan
Seluruh wartawan yang bertugas di wilayah Kabupaten Kudus turut hadir, baik dari lini cetak maupun platform digital, mulai website, televisi, hingga media sosial.
Suasana peringatan HPN semakin semarak dengan hiasan balon warna-warni dan kue tart yang diletakkan di meja panjang hall Jawa Pos Radar Kudus Building.
Dalam kesempatan itu, Pemimpin Redaksi M. Ulin Nuha menyampaikan ucapan selamat Hari Pers Nasional kepada seluruh insan pers Radar Kudus.
“Selamat Hari Pers Nasional. Pers Sehat, Bangsa Kuat, dan terus berjaya,” ucapnya, seraya berharap peringatan HPN kali ini mampu membangkitkan semangat wartawan dalam menyajikan informasi yang akurat dan dapat dipercaya.
Menurut Ulin, tantangan dunia jurnalistik saat ini semakin berat, terutama dengan derasnya arus informasi di media sosial.
Kondisi tersebut menuntut wartawan untuk lebih kuat di lapangan, hadir langsung di sumber peristiwa, serta tidak bergantung pada wawancara jarak jauh semata.
Baca Juga: Kembali ke Khittah Pers
“Data yang akurat hanya bisa diperoleh jika wartawan benar-benar turun ke lapangan, bukan sekadar wawancara lewat telepon atau pesan singkat,” tegasnya.
Ia juga menambahkan bahwa media massa, khususnya surat kabar, menghadapi tantangan besar di era digital.
Pembaca kini semakin kritis dan menuntut keakuratan informasi.
Oleh karena itu, Radar Kudus terus mengembangkan konsep multiplatform, mulai dari koran, media daring, media sosial, hingga televisi.
“Wartawan dituntut adaptif dan mampu bekerja di berbagai platform,” imbuhnya.
Sementara itu, General Manager Jawa Pos Radar Kudus Zainal Abidin menekankan pentingnya membangun relasi yang baik dengan narasumber dan mitra.
Menurutnya, kualitas pemberitaan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan menulis, tetapi juga oleh kepercayaan yang terjalin dengan sumber informasi.
“Kepercayaan narasumber adalah pintu masuk bagi data yang lebih lengkap dan mendalam,” ujarnya.
Di tempat terpisah, peringatan HPN juga berlangsung di Kabupaten Pati.
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati Risma Ardhi Chandra mengajak insan pers untuk terus mengawal program strategis daerah.
Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri peringatan HPN di Pendapa Kabupaten Pati.
Dalam sambutannya, Chandra menyampaikan apresiasi kepada insan pers atas kontribusinya dalam pembangunan daerah.
Ia menilai, pers memiliki peran strategis, tidak hanya sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai mitra pemerintah dalam membangun optimisme serta kepercayaan publik.
“Tema HPN 2026 ‘Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat’ sangat relevan. Terima kasih kepada rekan-rekan pers yang telah menyampaikan informasi pembangunan secara objektif dan bertanggung jawab,” ujarnya.
Baca Juga: Perkuat Sinergi Komunikasi Publik, Prokompim Setda Pati Kunjungi Kantor Jawa Pos Radar Kudus
Chandra menegaskan bahwa dukungan pers sangat dibutuhkan dalam menyosialisasikan berbagai program prioritas daerah.
Mulai dari peningkatan produktivitas pertanian dengan target panen 10 ton per hektare, sektor pendidikan dan beasiswa, pembangunan infrastruktur, pengembangan perikanan, layanan kesehatan, hingga program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG).
Ia berharap pers turut berperan dalam mengedukasi masyarakat dengan menghadirkan narasumber yang kompeten agar informasi yang diterima publik benar, utuh, dan berimbang.
“Pers harus tetap menjadi pilar demokrasi yang menyajikan informasi secara objektif, membangun, dan berorientasi pada kemajuan daerah,” pesannya.
Chandra juga menyoroti bahwa Kabupaten Pati kini semakin dikenal luas. Menurutnya, kondisi tersebut perlu dimanfaatkan secara positif untuk mendorong pembangunan dan citra daerah.
“Sekarang Pati sudah dikenal banyak orang. Ini harus kita kelola dengan baik agar memberi manfaat,” harapnya. (san/aua)