Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Tari Caping Kalo Karya Kinanti Sekar Diluncurkan di Kudus, Potret Perempuan Muria dalam Gerak Tradisi

Redaksi Radar Kudus • Senin, 9 Februari 2026 | 18:45 WIB
Tari Caping Kalo Kudus
Tari Caping Kalo Kudus

KUDUS - Koreografer tari Kinanti Sekar Rahina akhirnya menuntaskan proses pengkaryaan tari yang bersumber dari Caping Kalo.

Tari ini berjudul “Tari Caping Kalo”, yang diluncurkan pada Minggu, 8 Februari 2026, di Hotel @Hom, Kudus.

“Ini merupakan karya tari tunggal, yang menggambarkan sosok perempuan Muria yang anggun dan lincah, suka srawung dan setia menjaga nilai-nilai tradisi,” ungkap Sekar.

“Apa yang menjadi tampak di dalam perwujudan Caping Kalo, buat saya merupakan simbol atas sosok itu. Ia menjalankan dan melakoni hidup dengan sebagaimana yang tergambar dalam Caping Kalo, antara lain: menjaga anyam-anyaman yang rapat dan halus itu dengan telaten sebagaimana hidup rukun dan guyub bersama seluruh masyarakat. Kerangka bambu yang kokoh dan liat, yang menggambarkan jiwa yang kuat dan setia menjaga nilai tradisi dan nurani, baik saat remaja, menjadi ibu di dalam rumah tangga maupun di pekerjaan. Dan ia menjunjung tinggi, di kepalanya, sebagaimana setiap orang beriman yang selalu menempatkan Tuhan di atas segalanya, tempat menaruh segala gelisah dan juga pengharapan,” lanjut Sekar. “Sosok perempuan Muria yang juga saya gambarkan luwes-pantes dengan memakai Caping Kalo.”

Caping Kalo adalah penutup kepala tradisional khas Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, berbentuk lingkaran (bulat utuh) yang terbuat dari anyaman bambu halus dan daun rembuyan.

Dahulu digunakan petani untuk melindungi diri dari matahari, kini Caping Kalo berfungsi sebagai ikon budaya, pelengkap busana adat perempuan Kudus.

Kinanti Sekar Rahina, dengan dernikian telah menciptakan dua tarian yang bersumber dari Caping Kalo. Satu karya tari sebelumnya diberi judul “Tari Lajur Caping Kalo” yang telah diluncurkan pada 7 Oktober 2022.

Tari Caping Kalo bisa jadi merupakan seguel dari Tari Lajur Caping Kalo sebagai perjalanan karya kreatif seorang Kinanti Sekar. Namun kedua tarian ini bisa berdiri sendiri, karena masing-masing memiliki konsep dan kekuatan masing-masing.

Tari Lajur Caping Kalo lebih menggambarkan secara filosofis bagaimana tahapan dan proses pembuatan Caping Kalo itu dilakukan.

Bahwa tahapan dan proses pembuatan Caping Kalo pun memuat nilai tentang Dari memilih jenis bambu yang tidak asal tebang, membuat potongan-potongannya, ketekutan menganyam helai demi helai hingga terciptalah Caping Kalo.

“Bentuknya yang bulat melambangkan bahwa setiap manusia wajib berpasrah diri secara bulat dan utuh kepada Sang Pencipta, Tuhan Yang Maha Esa." - (lihat: teks dalam cindermata Desa Gulang).

Proses pembuatannya yang dimulai dari pemilihan bambu yang tidak asal tebang, rumitnya anyam-anyaman bambu namun halus yang tersusun selembut sifon furing, hingga fungsi Caping Kalo memiliki makna.

Ialah ketelatenan, sukacita dan syukur, kekuatan perempuan, semangat kebersamaan dalam masyarakat, dan persatuan yang kuat. Proses inilah yang dipilih menjadi lajur, yakni proses perjalanan kemenjadian sebuah Caping Kalo.

Sementara pada Tari Caping Kalo, ta (caping kalo) mengisahkan dirinya secara utuh dalam pemahaman dan pemaknaan hidup sehari-hari.

Penciptaan karya tari melibatkan komposer musik Hamdani, syair dan lagu ditulis dan sekaligus dinyanyikan olch Romo Lukas Heri Pumawan MSF, Proses penulisan lirik dan rckaman lagunya dilakukan di Bucnos Asros, Argentina, discla-scia tugasnya yang padat.

“Cukup lama saya menuliskan syair lagu untuk Tan Capng Kalo ini. Hidup di tengah budaya sini (Argentina), menjadi tantangan tersendiri. Cukup kesulitan untuk menemukan suasana "Jawa" sementara lagu dalam musik tanan wu sangat Jawa,” kata Romo Ipeng, panggilan akrab Romo Lukas Hcri Pumawan, MSF. “Melihat hasil akhir kemarin, apalagi sudah disatukan dengan musik, harapan saya scrmoga syair dan nyanyian dapat dinikmati dengan baik, menjadi bagian yang mendukung hadirnya para penari Caping Kalo, schingga mempertajam pemahaman akan Caping Kalo.”

Program penciptaan karya tari oleh koreografer Kinanti Sekar Rahina ini diproduksi GsT Production, sebuah lembaga yang memiliki perhatian besar terhadap pengembangan dan pelestarian seni budaya, dan didukung oleh RKBBR (Rumah Khalwat & Balai Budaya Rejosari), Iniibubudi Publishing, Asa Academy of The Arts.(”)

Editor : Mahendra Aditya
#Kinanti Sekar #tari caping kalo #Kudus #tari khas kudus