Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

PT Djarum Perkuat Program Sanitasi Terpadu, Desa Klumpit Kudus Jadi Perhatian Khusus

Andika Trisna Saputra • Sabtu, 7 Februari 2026 | 09:13 WIB
SHARING: Pihak Bhakti Sosial Djarum Foundation bersama paguyuban tukang bangunan diskusi terkait sanitasi aman di Desa Kesambi, Kamis (5/2). (ANDIKA TRISNA SAPUTRA/RADAR KUDUS)
SHARING: Pihak Bhakti Sosial Djarum Foundation bersama paguyuban tukang bangunan diskusi terkait sanitasi aman di Desa Kesambi, Kamis (5/2). (ANDIKA TRISNA SAPUTRA/RADAR KUDUS)

KUDUS – PT Djarum terus memperkuat pelaksanaan Program Sanitasi Terpadu sebagai upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa di Kabupaten Kudus.

Penguatan program ini dibahas dalam pertemuan antara manajemen PT Djarum dan Pemerintah Desa Klumpit, Kecamatan Gebog, di Kantor Pusat PT Djarum, Kamis (5/2) sore.

Direktur Program Sanitasi Terpadu PT Djarum, Ahmad Budiharto, atau yang akrab disapa Budi, mengatakan pertemuan tersebut difokuskan pada evaluasi pelaksanaan program sanitasi di Desa Klumpit yang telah berjalan sejak 2024.

Program ini tidak hanya menyasar pembangunan fasilitas sanitasi, tetapi juga berdampak pada penurunan stunting dan peningkatan kualitas rumah sederhana layak huni.

“Program Sanitasi Terpadu ini kami jalankan untuk mengangkat kualitas hidup masyarakat Kudus. Sanitasi yang baik akan berdampak langsung pada kesehatan, lingkungan, dan kesejahteraan,” ujarnya.

Budi menjelaskan, sepanjang 2025 Program Sanitasi Terpadu PT Djarum telah menjangkau enam desa di Kudus.

Yaitu Desa Kesambi, Gribig, Klumpit, Klaling, Tanjungrejo, dan Mejobo.

Pada 2026, jumlah tersebut akan bertambah dua desa lagi dengan mempertimbangkan tingkat kebutuhan dan prioritas wilayah.

“Sudah ada beberapa kandidat desa yang diusulkan oleh Pemkab Kudus. Nantinya akan kami pilih berdasarkan kondisi dan urgensi kebutuhan sanitasi,” jelasnya.

Ia menambahkan, Desa Klumpit menjadi salah satu desa yang mendapat perhatian khusus karena capaian program dan dukungan masyarakat yang kuat.

Hal tersebut dinilai penting untuk memastikan keberlanjutan program berbasis partisipasi warga.

“Keberhasilan program ini sangat bergantung pada keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Sanitasi terpadu tidak bisa berjalan sendiri, harus dikerjakan bersama,” tegas Budi.

Kepala Desa Klumpit, Subadi, mengungkapkan bahwa sejak Program Sanitasi Terpadu PT Djarum masuk ke wilayahnya pada 2024, perubahan signifikan mulai dirasakan warga.

Pada tahun pertama, program menyasar 96 rumah, kemudian meningkat menjadi 247 rumah pada 2025.

“Dulu masih ada kotoran manusia di sungai. Angka stunting juga cukup tinggi. Sekarang, dengan sanitasi yang lebih baik, stunting menurun setiap tahun, termasuk penyakit kulit dan diare,” ungkapnya.

Menurut Subadi, Pemerintah Desa Klumpit terus melakukan sosialisasi pola hidup bersih dan sehat melalui posyandu, PKK, kegiatan keagamaan, serta pendidikan.

Upaya tersebut penting mengingat Desa Klumpit dilintasi dua sungai, yakni Sungai Santren dan Sungai Kalisat.

“Kami berharap dengan sanitasi terpadu, Klumpit bisa menjadi desa yang sehat, maju, dan sejahtera. Kuncinya kekompakan seluruh warga,” katanya.

Sementara itu, Edi Triyanto dari Studi Community Development Bhakti Sosial Djarum Foundation menjelaskan bahwa penguatan Program Sanitasi Terpadu juga dilakukan melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

Salah satunya dengan mengedukasi tukang bangunan agar memahami pentingnya sanitasi aman.

“Pada Kamis malam ini kami menggelar jagong bareng tukang bangunan di Pos Jagong Sanitasi Desa Kesambi. Para tukang diedukasi mengapa sanitasi harus aman dan sesuai standar,” jelas Edi.

Ia berharap para tukang yang telah mendapatkan pemahaman tersebut dapat meyakinkan warga untuk membangun sanitasi aman, sekaligus menjadi agen edukasi di lingkungan masing-masing.

Kepala Desa Kesambi, Mokhamad Masri, menyampaikan bahwa Desa Kesambi telah merasakan manfaat Program Sanitasi Terpadu PT Djarum.

Hingga kini, hampir 400 rumah di desanya telah mendapatkan akses sanitasi aman.

“Para tukang yang sudah dilatih menjadi tenaga ahli sanitasi sesuai standar SNI yang kedap. Mereka menjadi garda terdepan karena paling dekat dengan masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, keberadaan Pos Jagong Sanitasi yang aktif setiap malam menjadi sarana edukasi warga terkait sanitasi aman dan air bersih.

“Dengan kolaborasi semua pihak, sanitasi terpadu bisa benar-benar mengubah perilaku dan kualitas hidup masyarakat,” katanya. (dik)

Editor : Ali Mustofa
#kesejahteraan masyarakat #sanitasi #pt djarum #hidup sehat #Kudus