KUDUS – Di tengah bayang-bayang ancaman pemadaman listrik berkepanjangan (black out), warga Desa Garung Lor, Kudus, kini punya cara baru untuk tetap berdaulat energi.
Solariz, perusahaan energi terbarukan lokal, baru saja meresmikan instalasi PLTS Atap Hybrid berkapasitas 4,3kWp yang dirancang khusus untuk memastikan rumah tetap 'hidup' meski jaringan PLN padam total.
Solariz memfokuskan solusi PLTS Atap Hybrid untuk pengguna residensial yang membutuhkan sistem listrik andal, otomatis, dan mudah digunakan.
Proyek ini merupakan proyek ke-2 Solariz di Kudus untuk cluster hunian dan diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan publik terhadap pemanfaatan panel surya untuk listrik rumah.
LATAR BELAKANG MASALAH
Klien kami memandang ketersediaan listrik sebagai kebutuhan vital bagi aktivitas keluarga di rumah.
Dalam skenario terburuk, pemadaman listrik berkepanjangan misalnya, akan mengakibatkan terganggunya penerangan, komunikasi, dan peralatan rumah tangga.
Hal ini tentu dapat berdampak langsung pada kenyamanan dan produktivitas anggota keluarga.
Pertimbangan inilah yang kemudian mendorong klien kami memilih sistem PLTS Hybrid sebagai bentuk mitigasi, bukan sekedar investasi ekonomi semata.
Sebelum pemasangan panel surya, klien kami menggunakan genset dan menghadapi sejumlah permasalahan berupa:
1. Maintenance berkala yang ribet;
2. Memerlukan solar, sementara ketika listrik mati SPBU juga berhenti beroperasi;
3. Suara genset ketika menyala cukup berisik sehingga mengganggu lingkungan sekitar.
4. Proses penyalaan genset yang tidak user friendly.
Kondisi tersebut menyebabkan ketidaknyamanan yang jika tidak segera dituntaskan akan menjamur dalam jangka panjang.
SOLUSI YANG DITERAPKAN SOLARIZ
Genset sering kali gagal menjadi solusi saat krisis karena ketergantungannya pada BBM. Apalagi ketika listrik mati total, SPBU tidak bisa memompa bensin.
Di sinilah PLTS Hybrid unggul karena ia hanya butuh matahari yang selalu terbit setiap pagi.
Solariz memasang PLTS hybrid dengan spesifikasi utama:
1. Jenis panel: Longi 620Wp sebanyak 7 unit
2. Inverter: Growatt off-grid/Hybrid Solar Inverter, SPF 3500 ES Lite
3. Baterai: Birubatt LiFePO4 - 48v 100Ah
4. Fungsi utama sistem: backup listrik
Sistem ini dirancang untuk:
1. Minim maintenance;
2. Mudah dioperasikan tanpa perlu pengetahuan khusus. Sebagian besar sistem berjalan secara otomatis;
3. Menghemat tagihan listrik bulanan. Karena listrik rumah sewaktu pagi-sore di suplai oleh PLTS.
PERNYATAAN SOLARIZ
Rahardian Agung, Site Project Manager Solariz, menjelaskan:
“Sistem PLTS yang kami pasang menggunakan inverter cerdas yang dapat melakukan switching secara otomatis dari PLN ke PLTS atau baterai saat terjadi pemadaman. Jadi client kami tidak perlu melakukan apapun sewaktu listrik mati. Proses switch terjadi sepersekian detik. Hal ini mempermudah client kami dalam menerima manfaat listrik tenaga surya.”
RESPON MITRA / PENGGUNA
“aku ga mau repot mas, harus mencet ini dan itu pas lagi listrik mati. Kan ribet ya. Pokoknya setelah pasang PLTS ini semuanya bisa jalan otomatis. Semoga sesuai harapan”
DAMPAK & KEBERLANJUTAN
Selain manfaat langsung, proyek ini diharapkan dapat:
1. Menjawab kebutuhan calon pelanggan kami yang khawatir akan black out ;
2. Melengkapi sistem kelistrikan terpusat oleh PLN dengan desentralisasi energi listrik di tingkat rumah tangga melalui PLTS.
3. Meningkatkan kesadaran publik akan pentingnya mandiri energi.
Untuk memastikan keberlanjutan sistem, Solariz juga melakukan:
1. Pendampingan penggunaan aplikasi monitoring di HP untuk melihat performa panel surya
maintenance gratis selama 1 tahun
2. Pemberian garansi resmi per komponen yang terpasang.
RENCANA KE DEPAN / EKSPANSI
Solariz menargetkan pemasangan di 10 titik strategis kluster residensial Kudus sepanjang tahun 2026 sebagai bagian dari program 'Kudus Mandiri Energi'.
Selain residensial, Solariz juga melayani pemasangan PLTS untuk kebutuhan komersial dan industri dengan kapasitas hingga 1 MWp (Mega Watt peak) untuk wilayah Jawa, Madura, dan Bali.
Editor : Mahendra Aditya