KUDUS - Peristiwa tanah longsor menutup akses jalan di Desa Rahtawu, Kecamatan Gebog, Selasa (3/2). Tanah longsor tersebut membuat aktivitas warga tersendat.
Tanah longsor ini terjadi sekitar Senin (2/2) malam tepatnya pukul 22.00.
Relawan kebencanaan di Desa Rahtawu melakukan pembersihan material tanah longsor yang menutupi akses jalan tersebut.
Relawan membersihkan material longsor dengan alat seadanya. Penanganan darurat itu dilakukan untuk membuka akses jalan, agar warga tidak terisolasi.
Sementara itu, proses penanganan pembersihan material longsor dilaksanakan Selasa pagi.
Satu alat berat diterjunkan untuk membersihkan material longsor tersebut.
Batu-batu besar yang menutup jalan disingkirkan dari jalan utama. Usai pembersihan tersebut, warga akhirnya bisa melintas.
Akan tetapi kendaraan belum bisa bersimpangan.
Sementara untuk kendaraan mobil belum bisa melintas lantaran akses masih tertutup material longsor.
Salah satu warga Desa Rahtawu, Adi mengaku harus bersabar saat melintasi jalan utama yang tertutup material tanah longsor tersebut.
Dia mengaku hendak berangkat bekerja ke Desa Ngembalrejo.
”Ini tidak bisa lewat karena ada longsor, biasanya tidak pulang dan tidur di mess kantor,” katanya.
Sementara itu, Ahmad Noor warga Kabupaten Grobogan merasa demikian. Dia bersama rekannya hendak melakukan pendakian ke Puncak 29.
Ahmad mengaku baru mengetahui adanya longsor saat tiba di lokasi. Terpaksa ia harus menunggu proses pembersihan material longsor.
”Saya baru tahu ini kalau ada longsor, rencana mau muncak dan ini menunggu,” katanya.
Kapolsek Gebog AKP Siswanto yang berada di lokasi menyatakan, kejadian longsor ini terjadi dikarenakan intensitas hujan yang turun cukup tinggi.
Akibatnya tebing setinggi enam meter longsor menutup jalan utama
”Sebelumnya warga melakukan kerja bakti, karena ada pohon tumbang. Sementara pohon dipotong agar masyarakat bisa melintas,” katanya.
Siswanto menambahkan, saat ini akses jalan bisa dilalui oleh kendaraan roda dua. Lantaran material tanah longsor sebagian telah dibersihkan. (gal)
Editor : Ali Mustofa