Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Puluhan Rumah Warga Kesambi Kudus Dibedah Lewat Program RSLH PT Djarum

Andika Trisna Saputra • Senin, 2 Februari 2026 | 12:50 WIB
TEMPAT TINGGAL: Pemilik rumah sedang bersantai di depan rumahnya yang telah menerima bantuan RSLH dari PT Djarum, kemarin. (ANDIKA TRISNA SAPUTRA/RADAR KUDUS)
TEMPAT TINGGAL: Pemilik rumah sedang bersantai di depan rumahnya yang telah menerima bantuan RSLH dari PT Djarum, kemarin. (ANDIKA TRISNA SAPUTRA/RADAR KUDUS)

KUDUS — Program bantuan Rumah Sederhana Layak Huni (RSLH) dari PT Djarum terbukti memberi dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan warga kurang mampu di Desa Kesambi, Kabupaten Kudus.

Melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) ini, hunian yang sebelumnya tidak layak kini berubah menjadi rumah yang aman, sehat, dan manusiawi.

Salah satu penerima manfaat, Gemi, warga RT 4 RW 11 Desa Kesambi, tak mampu menyembunyikan rasa syukurnya.

Ia mengaku sangat senang karena rumahnya yang dulu nyaris tidak layak huni kini telah selesai dibangun pada Desember lalu berkat bantuan PT Djarum.

“Sebelumnya dinding seadanya, penerangan minim, lantai masih tanah, atap campuran seng dan genteng sering bocor. Bahkan tidak ada pintu, hanya pakai kain. Alhamdulillah sekarang sudah layak,” ujar Gemi dengan mata berkaca-kaca.

Gemi sehari-hari bekerja serabutan sebagai buruh sawah untuk menghidupi tiga anaknya.

Salah satu anaknya, Solihan (35), kelahiran 1991, sebelumnya dikenal pintar dan memiliki keterampilan menjahit serta membuat besi begel.

Namun, beberapa tahun terakhir Solihan mengalami gangguan jiwa yang diperparah dengan kondisi tidak bisa berjalan akibat terjatuh sekitar satu tahun lalu.

“Kalau rutin minum obat sebenarnya bisa kerja. Biasanya kontrol kejiwaan sebulan sekali,” tutur Gemi. 

Kondisi ekonomi keluarga yang terbatas membuat bantuan RSLH ini menjadi titik balik penting bagi keberlangsungan hidup mereka.

Manfaat serupa juga dirasakan Nur Solikin (47), warga RT 3 RW 8 Desa Kesambi.

Ia mengungkapkan bahwa kondisi rumahnya dulu sangat sederhana, belum memiliki dapur, dan sering kebanjiran hingga setinggi 30 sentimeter saat hujan deras.

Rumah berukuran 8x12 meter itu kini jauh lebih layak setelah mendapat sentuhan program RSLH PT Djarum.

“Dulu rumahnya kuno, genteng lama, tembok terkelupas. Sekarang lantainya sudah ubin, rumah lebih nyaman untuk keluarga,” kata Solikin yang memiliki lima anak, tiga di antaranya masih bersekolah.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Solikin bekerja mencari keong atau besusul di rawa-rawa wilayah Kabupaten Pati.

Dalam sekali mencari, ia bisa mengumpulkan sekitar 20 kilogram dengan harga jual Rp 12 ribu per kilogram dalam kondisi matang.

Pekerjaan tersebut telah digelutinya selama sekitar 10 tahun.

Sementara istrinya yang sebelumnya buruh pabrik kini membantu mengupas keong di rumah.

Program RSLH PT Djarum ini tidak hanya memperbaiki kondisi fisik bangunan, tetapi juga menghadirkan rasa aman, nyaman, dan harapan baru bagi keluarga penerima manfaat.

Dengan rumah yang layak, warga diharapkan dapat menjalani kehidupan yang lebih sehat dan produktif, sekaligus meningkatkan kualitas hidup secara berkelanjutan. (dik)

Editor : Ali Mustofa
#pt djarum #rumah #Djarum Fondation #rslh #hunian