KUDUS – Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan terus memberikan perlindungan dan kemudahan akses layanan kesehatan bagi masyarakat.
Manfaat tersebut dirasakan langsung oleh Saidah (38), seorang guru di Kabupaten Kudus, yang telah terdaftar sebagai Peserta JKN segmen Pekerja Penerima Upah (PPU) selama delapan tahun.
Bagi Saidah, Program JKN sangat membantu dirinya dan keluarga untuk berobat tanpa harus memikirkan biaya.
Ia mengaku menggunakan Program JKN untuk persalinan, penanganan keguguran, perawatan gigi rutin, dan pemeriksaan kesehatan jantung.
“Semua pemeriksaan tersebut ditanggung oleh JKN. Saya tidak pernah dikenakan biaya apapun selain iuran yang dipotong dari gaji setiap bulan,” ujar Saidah saat ditemui di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Kudus, Rabu (22/01).
Ia menceritakan pengalamannya saat menjalani persalinan anak pertama di RS ‘Aisyiyah Kudus.
Menurutnya, biaya persalinan bukanlah hal yang kecil dan kerap menjadi kekhawatiran bagi calon orang tua.
“Menjelang kelahiran anak pertama tentu membutuhkan biaya yang besar. Beruntung saya sudah terdaftar sebagai peserta JKN, sehingga dana yang seharusnya digunakan untuk persalinan bisa dialokasikan untuk kebutuhan lainnya,” ungkapnya.
Saidah juga menilai prosedur pelayanan menggunakan Program JKN sangat mudah, terutama dalam kondisi darurat.
Saat mengalami tanda-tanda persalinan, ia langsung dibawa ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan hanya perlu menunjukkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) untuk mendapatkan penanganan.
“Selain pelayanannya baik, fasilitasnya juga nyaman. Waktu mendadak lahiran juga cuma diminta KTP saja untuk administrasi.
Setelah melahirkan, kontrol pertama gratis dan tanpa perlu rujukan karena kondisi persalinan bersifat darurat,” jelasnya.
Selama menjadi peserta JKN, Saidah telah dua kali menjalani persalinan dan dua kali mengalami keguguran.
Dari pengalamannya tersebut, Saidah tidak hanya dilayani di satu rumah sakit, dirinya juga merasakan pelayanan di rumah sakit berbeda.
Menurutnya, kualitas pelayanan di fasilitas kesehatan tersebut relatif sama dan memuaskan.
“Walaupun menjalani perawatan di beberapa rumah sakit yang berbeda, menurut saya kualitas pelayanan yang diberikan semuanya memuaskan. Baik dari sisi dokternya, tenaga medis lainnya, maupun fasilitasnya. Dan pastinya, saya tidak pernah dikenakan biaya tambahan,” ujarnya.
Selain digunakan untuk persalinan, Saidah juga mengobati keluhan di gigi anak-anaknya dengan periksa di drg. Wenni Kannis Qorina.
Dirinya bersyukur, Program JKN juga menanggung terkait dengan pengobatan gigi.
“Saya sangat bersyukur pengobatan gigi ditanggung Program JKN. Jika membayar sendiri biayanya cukup mahal, bisa mencapai ratusan ribu rupiah sekali periksa. Sedangkan anak saya giginya berlubang dan perlu ditambal, jadi membutuhkan beberapa kali kontrol,” tuturnya.
Pengalaman lain yang tidak kalah berkesan adalah saat Saidah didiagnosis memiliki dugaan penyakit jantung. Berawal dari keluhan sesak napas, akhirnya ia memeriksakan diri ke FKTP dan menjalani pemeriksaan rekam jantung.
Hasil awal menunjukkan adanya dugaan penyumbatan sehingga ia dirujuk ke RS Sarkies ‘Aisyiyah Kudus.
“Saya sempat menjalani rawat inap beberapa hari. Setelah kondisi membaik, saya dijadwalkan kontrol rutin selama enam bulan. Karena keterbatasan alat, saya kemudian dirujuk ke RSUD Kudus untuk pemeriksaan CT Scan,” katanya.
Ia menjalani dua kali kunjungan ke RSUD Kudus, yakni untuk penjadwalan dan pelaksanaan CT Scan.
Berdasarkan hasil pemeriksaan lanjutan, dinyatakan bahwa Saidah tidak memiliki penyakit jantung, sehingga ia merasa lega.
Dengan berbagai manfaat yang dirasakannya, Saidah berharap Program JKN dapat terus berlanjut dan semakin meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat.
“Dengan iuran yang dibayarkan melalui potongan gaji setiap bulan, manfaat yang kami rasakan sangat besar. Semoga Program JKN terus hadir untuk membantu masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan, tentunya tanpa khawatir biaya,” pungkasnya. (*)
Editor : Ali Mustofa