Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Program JKN Jadi Penopang Friska Hadapi Penyakit GERD

Redaksi Radar Kudus • Jumat, 30 Januari 2026 | 11:37 WIB
Photo
Photo

KUDUS - Saat ini, isu mengenai penyakit Gerd (Gastroesophageal Reflux Disease) tengah menjadi perhatian publik dan ramai diberitakan di berbagai media.

Penyakit ini tidak dapat dianggap remeh, karena dalam kondisi tertentu dapat memicu komplikasi serius yang berisiko mengancam keselamatan penderitanya.

Gerd umumnya ditandai dengan rasa perih dan panas di lambung hingga dada, mual, serta sensasi terbakar di tenggorokan akibat naiknya asam lambung.

Kondisi tersebut kerap dipengaruhi oleh pola makan tidak teratur, stres, serta gaya hidup yang kurang sehat.

Friska Yunita Sari, seorang pekerja berusia 21 tahun yang berdomisili di Desa Tanjungkarang, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus harus menghadapi penyakit gerd sejak tahun 2023.

Menurut keterangan ibunya, faktor kebiasaan mengonsumsi makanan sembarangan dan kebiasaan makan makanan pedas seperti seblak menjadi pemicunya.

Pada tahun 2025, ketika Friska yang sedang bekerja di pabrik, tiba-tiba merasakan serangan GERD yang sangat parah.

Friska mengungkapkan bahwa ia mengalami nyeri dada, mulut terasa pahit, dan mual, sehingga rekan kerjanya segera membawanya ke IGD RSUD Kudus

"Pada saat itu tubuh saya lemas sekali, dada terasa sangat nyeri dan panas, mulut juga terasa pahit dan mual, sampai akhirnya saya tidak punya tenaga untuk berdiri sangking lemasnya. Kemudian teman kerja saya segera membawa saya ke IGD RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus," ungkap Friska.

Sesampainya di rumah sakit, Friska langsung mendapat penanganan medis oleh Dokter IGD.

Proses administrasi berlangsung efisien tanpa hambatan, dimana rekan kerjanya hanya perlu menunjukkan KTP Friska tanpa persyaratan dokumen lainnya.

Setelah observasi beberapa jam, Friska memperoleh ruang rawat inap dan menjalani perawatan selama lima hari tanpa biaya tambahan.

"Kualitas pelayanan yang diberikan sangat baik dan tidak ada perbedaan pelayanan apapun. Saya mendapat perawatan yang optimal dan seluruh kebutuhan medis ditanggung sepenuhnya. Ini bukan kali pertama saya dirawat inap akibat GERD, sudah sekitar lima kali saya dirawat dengan lama perawatan yang berbeda-beda, mulai dari tiga hari hingga lebih dari lima hari," jelasnya dengan rinci.

Friska mengakui adanya perbedaan saat belum menjadi Peserta JKN dan setelah terdaftar menjadi Peserta JKN.

Dirinya menjelaskan ketika masih duduk di bangku SMP dan belum memiliki jaminan kesehatan, keluarganya harus menanggung biaya rawat inap secara mandiri dengan nominal yang cukup besar.

Kini, sebagai peserta JKN segmen pekerja, seluruh kebutuhan medisnya dapat ditangani tanpa khawatir apapun.

“Bertahun-tahun saya menderita gerd yang dapat kambuh sewaktu-waktu membuat saya mengantisipasi kemungkinan pengeluaran biaya pengobatannya. Jika sampai harus rawat inap, tentunya membutuhkan biaya yang tidak sedikit, belum lagi untuk obat-obatnya. Dengan terdaftar di Program JKN, saya lebih tenang, karena ada yang bisa saya andalkan untuk berobat sewaktu-waktu” kata Friska

Saat ditemui di kantor BPJS Kesehatan, Kamis (22/01), Friska sedang berkonsultasi dengan petugas frontliner terkait kendala di Aplikasi Mobile JKN nya. Petugas dengan sigap membantunya.

“Aplikasi Mobile JKN bagi saya sangat penting ya, dan biasanya saya gunakan untuk mengambil antrean online saat berobat. Karena kemudian lumayan lama tidak digunakan, saya lupa kata sandi untuk masuk dan nomor telepon yang terdaftar sudah tidak aktif. Kemudian tadi sudah dibantu oleh petugasnya dan petugasnya juga menginformasikan kalau penggantian nomor telepon juga dapat dilakukan melalui Pandawa, kebetulan saya sekalian ganti faskes juga,” ungkapnya.

Tidak hanya Friska, kedua orang tuanya juga telah terdaftar sebagai Peserta JKN dan menyatakan tidak pernah mengalami kendala dalam mengakses layanan kesehatan.

Program JKN telah membantu Friska dan keluarganya untuk mendapatkan pengobatan tanpa mengkhawatirkan biaya. (*)

 

Editor : Ali Mustofa
#peserta jkn #pekerja #bpjs kesehatan #gerd #Kudus