KUDUS - Bupati Kudus Sam’ani Intakoris memberikan respon cepat terkait penanganan keracunan siswa yang diduga mengkonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMA 2 Kudus, Kamis (29/1).
Sam’ani akan memberikan evaluasi terkait Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Bupati Kudus meninjau langsung kondisi sekolah yang siswanya diduga mengalami keracunan MBG.
Sam’ani meninjau ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS) di SMA 2 Kudus melihat langsung kondisi siswa yang terbaring lemas.
Bupati Kudus Sam’ani Intakoris melihat kejadian itu mengambil langkah cepat.
Pihaknya akan melakukan evaluasi seluruh SPPG di Kabupaten Kudus. Agar kejadian serupa tidak terulang lagi.
”Dari Pemkab melakukan reaksi cepat bersama Forkopimda, kami lakukan evaluasi segera,” katanya.
Dia menambahkan, untuk penanganan keracunan ini disiagakan setidaknya ada 50 ambulans.
Siswa yang diduga mengalami keracunan dilarikan ke rumah sakit terdekat, mulai dari swasta maupun daerah.
”Kami memerintahkan kepada Dinas Kesehatan untuk Labkesda dibuatkan posko kesehatan, ketika terjadi lagi,” katanya.
Terkait antisipasi agar kejadian ini tidak terulang, pihaknya akan melakukan evaluasi kepada SPPG di Kodim 0722/Kudus.
Pihaknya akan melaksanakan apel dengan harapan kejadian tersebut tidak terulang kembali.
Sementara untuk biaya perawatan, kata Sam’ani seluruh biayannya akan digratiskan. Pemkab Kudus telah terkover BPJS kesehatan.
”Kalau yang belum memiliki BPJS kesehatan langsung hari ini aktif,” jelasnya.
Untuk kondisi siswa saat ini, kata Sam’ani beberapa mengalami kondisi sakit yang sedang. Sementara yang berat hanya berkisar 10 persen.
Selain itu, pihaknya meminta SPPG di Kudus harus berkoordinasi dengan puskesmas setempat ke depannya. Dengan harapan kejadian dugaan keracunan terkait MBG di Kudus tidak terulang kembali. (gal)
Editor : Ali Mustofa