KUDUS – Puluhan pelajar SMAN 2 Kudus terpaksa dilarikan ke sejumlah rumah sakit setelah mengalami gangguan kesehatan berupa mual, muntah, pusing, hingga sesak napas.
Para siswa tersebut diduga mengalami keracunan usai mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disajikan sehari sebelumnya.
Insiden ini mulai terungkap pada Kamis pagi (29/1/2026).
Baca Juga: Kronologi Dugaan Keracunan MBG di SMAN 2 Kudus, Gejala Muncul Sejak Malam
Sejak jam-jam awal kegiatan belajar mengajar, sejumlah siswa tampak mengeluhkan kondisi tubuh yang tidak fit.
Beberapa di antaranya merasakan pusing hebat, mual, serta muntah di lingkungan sekolah.
Situasi semakin mengkhawatirkan ketika dilaporkan ada siswa yang sampai kehilangan kesadaran.
Pantauan di SMAN 2 Kudus menunjukkan suasana yang cukup mencekam.
Belasan ambulans terlihat keluar masuk area sekolah untuk mengevakuasi siswa yang mengalami gejala cukup berat.
Sirine ambulans terdengar bersahut-sahutan sebagai tanda kondisi darurat, sementara para guru dan petugas kesehatan berupaya menenangkan siswa lainnya.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus, dr Mustiko Wibowo, membenarkan adanya kejadian dugaan keracunan tersebut.
Baca Juga: Puluhan Siswa SMAN 2 Kudus Diduga Keracunan MBG
Ia menyampaikan bahwa tim medis dari berbagai fasilitas kesehatan telah dikerahkan untuk memberikan penanganan maksimal kepada para siswa.
Menurut dr Mustiko, keluhan yang dialami siswa cukup beragam.
Tidak hanya gangguan pencernaan seperti mual, muntah, dan diare, tetapi juga keluhan pernapasan berupa sesak napas pada sebagian siswa.
“Gejalanya bermacam-macam, ada yang pusing, muntah, diare, bahkan sesak napas. Sebenarnya keluhan itu sudah mulai dirasakan sejak dari rumah. Makanan yang dikonsumsi kemarin, yakni MBG, lalu malamnya ada yang mulai pusing dan diare,” jelasnya.
Ia menambahkan, meskipun sudah merasakan keluhan sejak di rumah, sejumlah siswa tetap berangkat ke sekolah.
Baca Juga: Usai Santap Menu MBG, Puluhan Siswa SMAN 2 Kudus Mengeluh Mual hingga Diare
Namun, kondisi mereka memburuk saat kegiatan belajar berlangsung hingga akhirnya ada yang pingsan. Pihak sekolah kemudian segera melakukan observasi dan berkoordinasi dengan tenaga medis.
“Iya, diduga keracunan dari MBG hari sebelumnya. Dampaknya baru terasa hari ini. Ada dua siswa yang sempat pingsan,” imbuh dr Mustiko.
Hingga siang hari, proses evakuasi masih terus berlangsung. Ambulans silih berganti membawa siswa ke rumah sakit dan fasilitas kesehatan di wilayah Kudus.
Data sementara menyebutkan jumlah siswa yang dievakuasi telah mencapai sekitar 70 orang, meskipun angka tersebut masih bersifat dinamis.
Sejumlah siswa juga membagikan pengalaman mereka. Galang Arkana Farizki, siswa kelas X, mengaku mulai merasakan sakit perut dan pusing sejak pagi hari.
Ia menyebut keluhan tersebut tidak muncul langsung setelah menyantap MBG.
“Perut saya sakit sejak pagi dan pusing. Kemarin waktu makan masih biasa saja, tidak terasa apa-apa,” tuturnya.
Sementara itu, Dewi Aryani, siswi kelas XII, mengungkapkan sempat mengalami sakit perut setelah menyantap MBG pada hari sebelumnya. Keluhan diare baru muncul pada malam harinya.
Baca Juga: Menu MBG Dinilai Terlalu Minim, SPPG Kedungdowo 1 Kudus Lakukan Pembenahan
“Kemarin setelah makan sempat sakit perut, malamnya diare. Sekarang sudah agak reda, tapi masih lemas dan pusing. Menunya kemarin soto. MBG hari ini belum datang,” ujarnya.
Keluhan serupa juga dialami Travelina Trianova, siswi kelas XII. Ia mengaku mengalami diare sejak malam hari hingga harus bolak-balik ke kamar mandi.
“Semalam sampai BAB tiga kali. Awalnya saya kira diare biasa. Ternyata pagi ini guru mendata siswa yang diare. Kemarin menunya soto, ada cambah dan sambalnya. Ayamnya menurut saya agak bau,” katanya.
Hingga berita ini diturunkan, Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus masih melakukan pendataan lanjutan serta penelusuran untuk memastikan penyebab pasti dugaan keracunan tersebut.
Sementara itu, pihak sekolah belum berhasil dimintai keterangan resmi terkait kejadian ini. (dik)
Editor : Ali Mustofa