Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Menu MBG Dinilai Terlalu Minim, SPPG Kedungdowo 1 Kudus Lakukan Pembenahan

Redaksi Radar Kudus • Rabu, 28 Januari 2026 | 15:06 WIB

 

MENU BERUBAH: Sajian menu MBG yang ada di dalam lunch box yang diperlihatkan pe ngelola SPPG Kedung dowo 1, Kaliwungu, Kudus, kemarin.
MENU BERUBAH: Sajian menu MBG yang ada di dalam lunch box yang diperlihatkan pe ngelola SPPG Kedung dowo 1, Kaliwungu, Kudus, kemarin.

KUDUS – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kedungdowo 1, Kecamatan Kaliwungu, mulai melakukan pembenahan pada menu makan bergizi gratis (MBG) yang disalurkan kepada siswa.

Langkah ini diambil menyusul ramainya sorotan publik terkait sajian MBG di SD 1 Kedungdowo yang dinilai terlalu minim dan kurang menarik.

Seperti diketahui, pada Senin (26/1) lalu, sejumlah wali murid menyampaikan keluhan mengenai porsi makanan yang diterima siswa.

Baca Juga: Kabupaten Kudus, Identitas Kota Kretek yang Sarat Nilai Santri di Jawa Tengah

Menu yang berisi beberapa potong kentang rebus, kacang kedelai, irisan buah melon, serta satu potong kecil ikan lele fillet dinilai belum cukup untuk memenuhi kebutuhan makan anak-anak sekolah dasar.

Keluhan tersebut pun cepat menyebar dan menjadi perbincangan luas.

Aspirasi para wali murid itu kemudian disampaikan kepada pihak sekolah dan pengelola dapur MBG.

Mereka berharap ke depan menu yang disajikan tidak hanya lebih beragam, tetapi juga disesuaikan dengan kebutuhan energi siswa agar lebih proporsional dan menggugah selera.

Menanggapi hal tersebut, Pengelola SPPG Kedungdowo 1 Kudus, Nanik Faizah, menjelaskan bahwa menu yang dianggap minimalis tersebut sebenarnya telah melalui perhitungan dan kajian dari tenaga ahli gizi.

Baca Juga: Menu MBG di Kudus Dikritik, Anak-anak Dapat Ikan Lele Seukuran Jari

Menurutnya, secara kandungan, sajian itu telah memenuhi unsur karbohidrat, protein, lemak, serta energi yang dibutuhkan anak.

“Secara gizi sudah sesuai. Hanya saja memang porsi MBG tidak bisa disamaratakan,” ujarnya.

Ia menambahkan, porsi makanan disesuaikan dengan jenjang pendidikan penerima.

Untuk siswa TK hingga kelas III SD, porsi yang diberikan relatif lebih kecil, sedangkan siswa kelas IV SD ke atas mendapatkan porsi yang lebih besar.

Penyesuaian itu juga mempertimbangkan jumlah penerima MBG yang mencapai 1.529 siswa.

Meski demikian, Nanik menegaskan bahwa pihaknya tidak menutup mata terhadap masukan masyarakat.

Baca Juga: Dubai Chewy Cookie Sudah Hadir di Kudus, Perpaduan Pistachio dan Kunafa Bikin Ketagihan!

SPPG Kedungdowo 1 langsung melakukan evaluasi dan perbaikan menu dengan tetap berpedoman pada rekomendasi ahli gizi.

Ke depan, menu MBG akan dibuat lebih variatif, proporsional, dan inovatif agar anak-anak semakin tertarik untuk menghabiskan makanan yang disajikan.

“Seperti hari ini (kemarin, Red), menu sudah berupa spageti dengan lauk ayam dan sayuran. Kami terus berupaya meningkatkan kualitas layanan MBG karena ini merupakan program nasional. Masukan dari masyarakat tentu sangat kami butuhkan,” tandasnya.

Terkait kabar adanya keinginan dari pihak SD 1 Kedungdowo untuk berpindah dapur MBG, Nanik memastikan hal tersebut tidak benar.

Ia mengaku telah melakukan koordinasi langsung dengan pihak sekolah, dan hasilnya tidak ada rencana pemindahan layanan MBG.

“Kami sudah berkomunikasi dengan sekolah, dan tidak ada niat untuk pindah SPPG,” pungkasnya. (san)

Editor : Ali Mustofa
#SPPG #wali murid #Menu MBG #Dapur #sekolah #sajian