KUDUS - Banjir yang melanda di Kabupaten Kudus tidak hanya merendam rumah warga saja. Dampak banjir dirasakan merendam lahan pertanian di sejumlah wilayah.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus, mencatat ada sebanyak 1.970 hektar sawah yang terkena dampak banjir.
Selain itu, rumah warga yang terendam sebanyak 2.555 unit. Banjir yang terjadi ini menyebabkan 75 fasilitas sekolah terkena dampaknya.
Bupati Kudus, Sam’ani menyatakan, banjir memberikan dampak pada ekonomi masyarakat. Salah satunya lahan pertanian yang terendam milik petani di sejumlah desa.
Bupati meminta Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus menghitung lahan pertanian di mana saja yang terdampak banjir.
”Dari dinas akan menghitung mana-mana masyarakat yang gagal panen, kami ajukan untuk mendapatkan bantuan,” katanya.
Bantuan untuk masyarakat yang lahan pertaniannya terdampak, akan diajukan kepada Pemrov Jateng hingga Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB).
Bentuk bantuan lahan pertanian yang terdampak ini berupa benih padi.
Saat ini, Dinas masih melakukan perhitungan dan merincikan lahan yang terendam dan mengalami puso.
”Meski ini terendam kami memperkirakan tidak memberikan dampak pada ketahanan pangan. Kami masih memiliki cadangan yang cukup,” katanya.
Sementara itu Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Kudus, Didik Tri Prasetiyo menyampaikan sampai dengan saat ini masih berkeliling melakukan proses pendataan lahan yang terendam serta puso.
”Kami masih melakukan upaya pendataan. Data masih terus bergerak,” ungkapnya.
Dia mencontohkan, di Desa Pladen lahan pertaniannya sempat terendam banjir. Namun saat ini sudah surut.
Sedangkan kondisi tanaman padi di sana tidak mengalami puso dan masih bisa diproses.
Sementara terkait ganti rugi lahan yang terdampak, kata Didik petani bisa mengklaim lewat asuransi ketika sawah tersebut diasuransikan. (gal)
Editor : Ali Mustofa