KUDUS – Menghadapi dunia pasca-sekolah seringkali menjadi momok bagi siswa tingkat akhir. Menjawab kegelisahan tersebut, MA NU Miftahul Falah Cendono menggelar seminar motivasi pada Ahad (18/01/2026) dengan menghadirkan narasumber yang merupakan representasi sukses santri modern, K.H. Ahmad Bahruddin, S.Pd.I., M.Pd.
Dalam seminar bertajuk "Dari Cendono untuk Dunia", Kyai yang juga sedang menempuh studi Ph.D ini menekankan bahwa identitas santri adalah modal kuat untuk menaklukkan berbagai sektor kehidupan.
Membedah Realita Pasca Putih Abu-Abu, Ahmad Bahruddin mengajak para siswa untuk melihat jauh ke depan mengenai realita setelah melepas seragam sekolah.
Dia membagikan kisah suksesnya dalam mengintegrasikan tiga dunia sekaligus: Khidmah di Pondok: Sebagai Pengasuh PP Tasywiqul Furqon.
Berkarya di Kampus: Menjalankan profesi sebagai Dosen di Universitas Muria Kudus (UMK).
Berjaya di Bisnis: Mengelola unit usaha Murur Travel yang bergerak di bidang Haji dan Umroh.
"Tetap bersarung di tengah arus," tegas beliau. Pesan ini bermakna bahwa meskipun santri terjun ke dunia profesional maupun bisnis, nilai-nilai luhur dan karakter santri tidak boleh luntur dimakan zaman.
Kunci Sukses: Rencana Aksi dan Keberkahan
Tak hanya memberikan motivasi secara lisan, owner Murur Travel ini juga membekali siswa dengan instrumen praktis berupa Checklist Action Plan.
Menurutnya, mimpi besar harus dibarengi dengan langkah-langkah konkret yang terukur.
Namun, di atas semua kerja keras tersebut, beliau mengingatkan faktor penentu utama yaitu The Power of Barokah.
"Keberhasilan saya adalah buah doa para guru," ungkapnya di hadapan ratusan siswa yang menyimak dengan takzim.
Acara ditutup dengan pesan penuh optimisme bahwa lulusan MA NU Miftahul Falah memiliki potensi besar untuk sukses dan membanggakan almamater. Dengan semangat "Selamat Sukses, Jangan Lupa Bahagia", seminar ini meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh peserta.
Editor : Zainal Abidin RK