Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

PDIP Kudus Buka Posko Pengungsian, Mampu Tampung 150 Orang

Andika Trisna Saputra • Jumat, 16 Januari 2026 | 18:55 WIB
POSKO: Suasana posko pengungsian di kantor DPC PDIP Kudus yang baru di Jalan Lingkar Tanjung, kemarin. (ANDIKA TRISNA SAPUTRA/RADAR KUDUS)
POSKO: Suasana posko pengungsian di kantor DPC PDIP Kudus yang baru di Jalan Lingkar Tanjung, kemarin. (ANDIKA TRISNA SAPUTRA/RADAR KUDUS)

KUDUS — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Kudus membuka posko bencana sekaligus lokasi pengungsian bagi warga terdampak bencana alam.

Posko tersebut dipusatkan di kantor DPC PDIP Kudus yang baru di Jalan Lingkar Tanjung, Kecamatan Jati, dan mulai difungsikan sejak Kamis (15/1) Magrib.

Pembukaan posko ini menjadi bentuk kesiapsiagaan partai dalam merespons kondisi darurat bencana yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Kudus akibat curah hujan tinggi.

Ketua DPC PDIP Kudus, Achmad Yusuf Roni, mengatakan bahwa persiapan posko dilakukan secara intensif agar bisa segera dimanfaatkan warga yang membutuhkan tempat aman untuk mengungsi.

“Kami menyiapkan posko bencana sekaligus tempat pengungsian di kantor DPC yang baru. Alhamdulillah, sejak Kamis (15/1) Magrib posko sudah mulai dibuka dan bisa digunakan untuk pengungsi. Dan sudah diisi sekitar 74 orang,” ujar Yusuf Roni.

Menurutnya, lokasi tersebut memiliki kapasitas yang cukup untuk menampung warga terdampak bencana.

Posko pengungsian diperkirakan mampu menampung sekitar 150 orang, menyesuaikan kondisi dan kebutuhan di lapangan.

“Kapasitasnya sekitar 150 orang. Insyaallah masih mencukupi,” jelasnya.

Selain menyediakan tempat pengungsian, DPC PDIP Kudus juga melengkapi posko dengan fasilitas penunjang kebutuhan dasar pengungsi.

Di antaranya dua unit WC portable serta satu kamar mandi yang tersedia di dalam bangunan kantor DPC.

Tersedia juga akses internet untuk kebutuhan anak-anak yang menjalani sekolah daring.

Tidak hanya itu, dukungan logistik juga menjadi perhatian utama.

DPC PDIP Kudus menyiapkan bahan kebutuhan pokok untuk membantu warga selama masa tanggap darurat hingga pascabencana.

“Kami juga menyiapkan kebutuhan logistik, terutama bahan pokok, khususnya untuk pascabencana,” kata Yusuf Roni.

Ia menegaskan, langkah ini merupakan wujud kepedulian dan tanggung jawab sosial partai terhadap masyarakat, terutama di tengah situasi bencana yang kerap terjadi di Kudus akibat cuaca ekstrem.

DPC PDIP Kudus juga membuka ruang koordinasi dengan pemerintah daerah, aparat keamanan, relawan, serta berbagai elemen masyarakat lainnya agar penanganan bencana dapat berjalan lebih optimal.

Keberadaan posko diharapkan mampu meringankan beban warga dan menjadi tempat yang aman serta layak selama masa pengungsian.

“Semoga upaya ini bisa memberikan manfaat dan membantu saudara-saudara kita yang terdampak bencana,” imbuhnya.

Aksi sosial ini menurut Yusuf bukanlah hal baru.

PDI Perjuangan Kudus telah beberapa kali melakukan hal serupa saat banjir besar melanda wilayah tersebut di tahun-tahun sebelumnya.

Salah satu pengungsi, Winarsih (35), warga Dukuh Karangrejo, Desa Ngemplak, mengungkapkan bahwa banjir di wilayahnya mencapai ketinggian hingga satu meter dan sempat masuk ke dalam rumah.

“Ketinggian air sampai satu meter, masuk rumah juga. Kemarin dievakuasi bareng-bareng naik truk dengan polisi. Ada juga yang memilih tinggal di rumah,” ujarnya.

Winarsih mengaku daerah tempat tinggalnya memang menjadi langganan banjir setiap tahun.

Biasanya air baru surut hingga satu bulan.

Pada banjir tahun lalu, ia bahkan harus mengungsi selama sekitar 10 hari meski air belum sepenuhnya surut. (dik)

Editor : Mahendra Aditya
#bencana alam #banjir kudus #posko pengungsian #terdampak banjir #dpc pdip